Taiwan Trip! Day 2

Lama tidak tulis pos blog lagi. Kali ini saya mau menulis lagi lanjutan trip ke Taiwan saya. Buat yang masih belum baca part pertama klik link ini supaya ceritanya nyambung.

Kali ini di hari kedua saya pergi mengunjungi Rainbow Village (彩虹眷村) yang ada di taichung(臺中). Rainbow Village ini terkenal karena warna warni tembok dan aspal tempat tersebut. Sebetulnya tempat ini terletak diarea tempat para veteran tentara Taiwan tinggal, tapi karena mau di redevelopment tempat ini terancam dirobohkan tapi salah satu veteran Taiwan melukis di tembok dan lantai tempat ini menghasilkan warna warni yang unik seperti pelangi. alhasil tempat ini jadi tempat tongkrongan dan landmark oleh penduduk sekitar dan ujungnya juga jadi perhatian wisatawan mancanegara,tempatnya menurut saya biasa saja tapi ada pelukis veteran Taiwan yang memang tinggal disana dan menjual souvenir. Mungkin disana kita bisa bicara macam-macam soal rainbow village dan sejarahnya serta membeli souvenir. Sayangnya saya tidak berbicara dengan beliau karena bahasa Mandarin saya yang masih belepotan jadi masih kurang percaya diri.

Oh ya,tempat ini aksesnya agak sulit menurut saya, dari Taipei stasiun saya naik HSR (Bullet Train mirip dengan shinkansen Jepang) menuju ke Taichung tapi turun di xin wuri. Ticket HSR agak mahal sekitar 600NTD untuk sekali jalan. FYI  dengar-dengar kalau pesan tiket online beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya bisa ada kemungkinan dapat diskon tiket.

Ticket HSR Taipei -Taichung

Setelah sampai di xinwuri yang kurang lebih memakan waktu satu jam setengah, kami memutuskan untuk membeli makan siang di convenient  store terdekat. Setelah itu muncul “happening” lagi yaitu saat kita mau menuju ke rainbow village,kita tidak tahu arah sama sekali. Ketika tanya di kounter bus pertama kita malah tidak dihiraukan oleh staff kounter yang menurut saya perlakuan yang sangat disayangkan dan konyol karena staff kounter seharusnya melayani tapi tidak digubris, tapi untungnya disana ada kounter lain dan staff kounter disana mau menberi tahu walaupun tidak jelas secara detail tapi kami merasa mendapat hint untuk bisa ke rainbow village. Setelah menemukan halte bus menuju ke rainbow village masih ada “happening” lagi. Mungkin kami yang terbiasa dengan service bus jepang yang super bagus itu membuat kami shock dengan service bus Taiwan. Pertama  biasanya kalau ada penumpang naik bus baru mulai berjalan ketika semua penumpang telah duduk atau berpegangan. Tapi kami kaget yaitu ketika kami naik,pintu langsung ditutup dan tanpa menunggu penumpang duduk,bus langsung jalan. Teman saya sudah duduk untungnya,hanya saya saja yang belum duduk dan hampir jatuh di dalam bus karena bus mendadak berjalan. Begitu pula ketika kami turun, belum selesai turun bus sudah mau bergerak kembali. Sungguh service yang disayangkan menurut saya. 

Rute bus arah Rainbow Village

Setelah melalui “happening” diatas kami akhirnya sampai di rainbow village yang hanya sekitar 10 menit dari halte bus. Overall  rainbow village menurut saya sangatlah unik tapi sayang lokasinya terlalu kecil dan terlihat masih kurang populer. Untuk datang jauh-jauh dari Taipei ke Taichung saya rasa kurang “worth it”. 

 Setelah berfoto ria disana kami langsung kembali ke Taipei dengan HSR . Sebetulnya masih ingin mengunjungi tempat lain tapi karena waktu yang mepet karena ingin ke jiefun kami langsung balik ke Taipei. Sayang ujung-ujungya kami tidak jadi ke jiefun. 

 Setibanya di taipei,kita menghabiskan waktu di ximending (西門町)yaitu tempat para muda-mudi taiwan berkumpul,semacam Harajuku tapi versi Taiwan disana kita menghabiskan waktu membeli souvenir dan jalan-jalan. Awalnya cuman niat satu jam di ximending kemudian ke jiefun tapi setelah dipikir lagi waktu keberangkatan kembali ke Jepang nantinya juga mepet,akhirnya kami mengurungkan niat kesana. Sungguh sayang sekali tapi tidak apa karena berarti saya harus ke Taiwan lagi biar kesampaian. 

Setelah menghabiskan waktu di Ximending kami balik ke Taipei dan langsung naik bus ke airport dan kembali ke Jepang. 

Iklan

Taiwan Trip! Day 1

Lama tidak pos lagi. Blog yang saya rencanakan untuk di update setiap minggu selalu gagal. Memang benar kata orang susah untuk memulai sesuatu termasuk memulai untuk menulis artikel baru.

Tahun ini saya masuk tahun ketiga sejak berkuliah di Jepang. Sekarang Universitas di Jepang masuk liburan musim semi yang umumnya antara bulan Februari sampai Maret. Lumayan cukup panjang sekitar 2 bulan. Liburan kali ini tidak saya sia-siakan karena tahun pertama dan kedua liburan musim semi saya hampir semuanya saya sia-siakan hanya untuk bekerja part time job. Maklum saya menutupi biaya sekolah disini sendirian tanpa bantuan orang tua. Liburan musim semi ini kali ini saya putuskan pulang ke Indonesia karena sudah tidak pulang lebih dari 2 tahun. Kemudian saya kembali lagi ke Jepang bulan Maret. Karena masih ada waktu sisa saya putuskan untuk berlibur kali ini. biasanya saya bekerja part time saja tapi karena monotone saya akhirnya putuskan untuk berlibur. Tahun ini saya juga masuk semester 5 kuliah di Jepang jadi sudah tidak ada waktu lagi untuk berlibur kecuali liburan musim semi kali ini. Berhubung posisi Jepang yang strategis dekat dengan negara yang bagus-bagus seperti Korsel dan Taiwan, saya berpikir untuk pergi ke negara- negara tersebut selagi masih di Jepang. Awalnya saya berencana ke Korea karena ada paket Tour yang sangat murah sekali dari Jepang sekitar 21000 Yen tapi saya urungkan karena Teman barengan saya sudah pergi ke korsel. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Taiwan sekalian hitung-hitung melatih bahasa Mandarin yang baru saya pelajari.

Kami berangkat dari Haneda airport ke Taoyuan. Karena pesawat berangkat malam kami memutuskan untuk bermalam di Haneda airport. FYI Airport di Jepang untuk daerah Tokyo hanya Haneda saja Narita tidak buka 24 Jam. Kami berangkat dari Jepang ke Taiwan dan sampai di Taoyuan airport Jam 8:30 kurang lebih. Setelah menukar uang (rate taoyuan airport lebih bagus dari bank Indonesia maupun Jepang), membeli kartu sim unlimited internet 3 hari seharga 300 NTD kami langsung pergi menuju Taipei main station.  Harga ticket dari bandara sampai Taipei Main Station 120 NTD per orang. Dari stasiun taipei kita bisa menuju ke berbagai tempat spot popular yang ada. Ketika sampai di Taipei Main Station sudah sekitar jam 12 an. Kami memutuskan untuk makan di food court yang ada di stasiun namanya Taiwan breeze (微風廣場).

 

IMG20160309095826

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

IMG20160309100111

Interior Bus, Bersih & Nyaman

IMG20160309100121

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

 

IMG20160309110523

Lunch 

Setelah selesai makan saya menuju ke hotel untuk cek in terlebih dahulu sebelum jalan-jalan ke tempat lain. Langsung saja saya pergi untuk membeli ticket tapi makhlum tidak pernah membeli ticket di taiwan serta menggunakan vending machine yang bisa dibilang masih model lawas akibatnya ada sebuah happening yang tak terduga. Pernah saya menginap dibagian paling utara Taiwan yaitu kota Keelung (基隆)karena kota keelung lumayan terkenal saya berpikir untuk membeli ticket kereta express saja daripada local yang berhenti di setiap stasiun. Salah kaprah saya inilah yang membuat happening, pertama mesin tiket TRA Taiwan adalah model lama yang hanya bisa menerima uang koin saja. Saya pergi menukarkan uang kertas saya jadi koin dengan vending machine kemudian mulai “utak-atik” tombol mesin tiket. Saya lakukan pertama yaitu menekan tombol jumlah orang kemudian karena saya berpikir keelung lumayan besar pasti kereta express juga berhenti, saya pilih Rapid. Sejauh ini masih tidak masalah tapi setelah itu happening terjadi. Saya memasukan koin dengan jumlah yang tertera tapi tiket tidak keluar, saya dan teman saya berpikir bahwa pasti uang yang saya masukkan masih kurang. Kemudian saya masukan koin lagi tapi tiket tidak keluar karena panik saya tambahkan koin terus dan tanpa disadari berapa kali koin sudah saya masukkan tapi tiket tidak keluar-keluar juga dan malah mesin vending machine ticket berbunyi seperti suara peringatan yang cukup kencang. Saya dan teman saya juga bingung tapi untungnya saya bisa menghubungi pegawai dengan intercom walaupun pegaiwanya agak dengan muka setengah marah beliau mau mengeluarkan uang koin yang saya masukan dan memilih tiket kereta menuju keelung. Ternyata Kereta Lokal saja yang berhenti di Keelung! Ingat ya buat teman-teman yang mau wisata ke Taiwan.

Setelah happening terjadi akhirnya kita bisa naik kereta lokal menuju ke keelung.

IMG20160309130734

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

 

Setelah sampai kami menuju ke hotel yang saya booking lewat expedia dengan harga JPY 6000. Agak jauh dari stasiun sekitar 15 menit. Nama hotelnya keelung imperial hotel (華國商務飯店) Kalau cuman untuk tidur saja lumayan menurut saya, sayangnya tekanan air shower kurang seberapa kuat. oh ya waktu saya breakfast disana ada salah satu staff orang Indonesia! Mungkin yang khawatir ada apa-apa dan tidak bisa bahasa mandarin menginap disini juga lumayan menurut saya. Tempatnya juga dekat dengan Miao Kou night market.

Setelah cek-in,menaruh barang dan membersihkan diri saya menuju kembali ke stasiun taipei untuk jalan-jalan. Tempat yang saya tujuh pertama yaitu chiang kai-shek memorial hall buat yang pengen tahu sejarah tempat ini google sendiri ya. Tempat ini terkenal dengan bangunan putih dan aula serta penjaga manusia bukan patung yang berdiri nonstop disana.

Waktu saya kesana cuaca sedang hujan sehingga hasil foto kurang bagus tapi saya rasa tempat ini sangat bagus dan terlihat megah waktu cuaca cerah. Setelah puas berfoto-foto ria saya memutuskan bersama teman saya menuju ke tempat favorit semua orang yaitu Taipei101! dan bertemu dengan teman dari teman saya orang Taiwan.  Sayang di Taipei101 cuaca tidak membolehkan untuk foto diluar,jadi kami habiskan untuk shopping saja. Taipei101 ternyata bussiness centre dan mall. tidak ada hal yang “istimewa” di dalamnya selain tower yang jadi landmark.  Setelah bertemu dengan teman Taiwan saya diajak ke Shilin Night Market (士林夜市), Night Market terbesar di Taiwan!  Makanan sampai barang pernak pernik semua ada disana.

Langsung saja di Shilin saya memulai wisata kuliner masakan Taiwan, Pertama Stinky Tofu (臭豆腐) Tofu yang difermentasi sehingga menghasilkan bau yang kurang sedap tapi setelah mencicipi bagi orang Indonesia baunya tidak terlalu menyengat malahan sambal terasi lebih menyengat baunya dibandingkan Stinky Tofu. Untuk rasa sayangnya saya kurang suka karena rasanya tidak kental. Setelah stinky tofu saya coba Chicken Katsu (Padahal makanan Jepang), Strawberry Candy dan terakhir beraneka makanan yang dipesan oleh teman Taiwan saya. Makanan yang saya ingat hanya misua,Capjay,fuyunghai sisanya saya tidak ingat. Makanan begitu banyaknya sangat murah sekali di Taiwan daripada di Indonesia apalagi Jepang.

Setelah puas Makan saya lanjutkan membeli kaos untuk souvenir dan kemudian pulang kembali ke Hotel untuk istirahat buat menghadapi tantangan dan “happening” yang tak terduga.

 

Serba – Serbi Aktivitas Kuliah di Jepang (Part 1)

Lama tak update blog post karena kesibukan kuliah yang jadwalnya memang sangat padat kebetulan pelajaran hari ini yang cuman hanya saya mata pelajaran di liburkan karena pengajar pergi dinas keluar negeri ,akhirnya kesampaian untuk oprek blog lagi. Bicara tentang perkuliahan di Jepang saya masih belum pernah menulis sama sekali tentang ada kegiatan apa saja sewaktu berkuliah di Jepang.

Saya sekarang masih tahun kedua kuliah di universitas Jepang. Kalau di Indonesia mungkin semester 4 dan masih ada waktu yang tersisa selama dua tahun lagi. Walaupun masih tinggal dua tahun lagi saya sudah mulai sibuk dengan berbagai macam kegiatan yang ada di sekolah dan persiapan – persiapan agar bisa bekerja di Jepang karena memang mimpi saya adalah bekerja di Jepang. Sebelum bicara macam – macam tentang kegiatan saya sekarang ada lebih baiknya kalau saya menulis beberapa hal yang saya lalui waktu tahun pertama masuk universitas di Jepang. Siapa tahu bisa jadi referensi untuk teman-teman yang ingin kuliah di Jepang. Langsung saja ya.

Saya masuk mulai semester pertama di Universitas Jepang tahun 2014 tepatnya tahun lalu setelah belajar di sekolah bahasa Jepang selama kurang lebih 1 tahun 9 bulan. Cukup lama sekolah bahasa Jepang saya menghitung murid asing hanya diperbolehkan menempuh pendidikan bahasa Jepang max 2 tahun. Kemudian di tahun 2014 bulan Maret saya lulus dari sekolah bahasa dan bulan April sudah masuk kuliah di universitas Jepang. Untuk proses bagaimana prosedur sekolah  masuk kuliah dan persiapannya akan saya tulis di post berbeda di lain kesempatan.

Saya masuk kuliah di salah satu universitas swasta yang lumayan bagus walaupun tidak setinggi seperti Tokyo University atau Waseda. Disini saya belajar banyak tentang apa saja sih proses yang ada tentang perkuliahan baik secara umum maupun ciri khas dari universitas Jepang karena saya belum pernah berkuliah di Indonesia. Pertama yang paling jelas adalah pertama kali masuk kuliah tidak ada proses orientasi yang terlalu aneh-aneh seperti Indonesia dimana kakak senior marah-marah,Jahil dan kemudian memberikan tugas berat. Disini saya disambut oleh para staff maupun pengajar dengan sambutan dalam bentuk pidato yang berisi tentang visi dan motto universitas,janji setelah lulus,janji selama berkuliah kemudian ditutup dengan bernyanyi bersama lagu universitas. tergantung universitas masing -masing sebenarnya tapi kebanyakan universitas Jepang seperti ini. Setelah itu sesuai dengan dokumen yang dikirim sebelum hari upacara disana saya mengikuti instruksi yang tertera seperti nomor bangku saya dengan kombinasi alfabet dan nomor sebanyak 13 digit yang sangat panjang dan dipandu untuk masuk ke kelas masing-masing sesuai dengan nomor yang tertera, disana dibagikan kartu mahasiswa dan jadwal beberapa hari berikutnya. setelah menerima jadwal dan kartu mahasiswa semua diperbolehkan pulang atau berkeliling lingkungan sekolah yang baru. Saya sangat kaget karena proses orientasi di Jepang terlalu pendek dan terlalu simple namun memang ternyata seperti itulah proses orientasi di Jepang. Kalau di Indonesia pasti kita akan digiring layaknya tahanan keliling sekolah dengan dandanan seperti Charlie Chaplin atau hantu makam Jeruk Purut sembari dimarahi dan dihina oleh kakak senior. Disini setelah proses orientasi yang cuman beberapa jam kita sudah bebas bisa bekeliaran ke seluruh gedung Universitas. Sambil berkeliling gedung universitas yang masih kurang familiar biasanya di lorong – lorong banyak mahasiswa angkatan atas yang membagikan flyer atau Leaflet tentang Klub dimana mereka bergabung yang terkenal dengan sebutan Sa-Kuru (サークル). Ada Berbagai macam klub dan saya membawa pulang banyak sekali leaflet tentang sa-kuru yang sayangnya saya putuskan untuk tidak bergabung karena waktu yang terbatas serta jarak rumah dengan universitas yang cukup memakan waktu dan keinginan saya untuk fokus mengambil macam-macam kualifikasi. Sore harinya diadakan welcome party khusus untuk mahasiswa asing saya mengikutinya dan bertemu dengan berbagai teman dari mancanegara seperti Myanmar,Korea Selatan,China. Setelah welcome party selesai bersama dengan Klub ikatan mahasiswa dari China di universitas saya,Saya diajak untuk mengikuti welcome party mereka dan lagi-lagi sangat awkward karena saya satu-satunya orang Indonesia yang menyelundup di pesta Khusus Mahasiswa Asing dari China. Maklum seperti inilah ketika hanya satu-satunya orang Indonesia di Universitas. Tapi disini saya belajar untuk bertahan meskipun situasi sedikit awkward. Puji Tuhan pesta yang saya awkward berujung menjadi asik dan berkesan.

Setelah proses orientasi ada berbagai macam acara yang tertulis di Jadwal yang saya terima. Ada yang bersifat opsional atau ada juga yang wajib seperti Test Kesehatan (Test Urine,X-ray,Tinggi,Berat Badan) dan yang lain-lain. setelah mengikuti semua jadwal biasanya tidak langsung pelajaran di mulai tapi ada libur lagi yang biasanya antara 2 hari sampai 1 minggu. Sewaktu libur tersebut kita memikirkan mata pelajaran apa yang ingin diambil serta membeli buku mata pelajaran yang kita ambil. Barulah setelah liburan pendek selesai barulah kita ikut pelajaran. Pertamanya saya sangat nervous dan agak dag dig dug karena ruang kelas yang besar dan dipenuhi oleh banyak Orang Jepang dengan umur sepantaran dengan saya. Karena setahu saya orang Indonesia di Jurusan yang saya ambil yaitu Marketing & Trade hanya saya satu-satunya orang Indonesia ditambah pula saya tidak seperti orang Jepang lainnya yang sudah punya teman dari SMA yang pergi ke universitas yang sama.

Bicara tentang pelajaran,1 Jam pelajaran di Jepang adalah 1,5 Jam dan kemudian dibagi dengan kelas lecture yang dilakukan di kelas yang muat 400-500 orang dan kelas kecil seperti untuk mata pelajaran bahasa asing. Sangat sulit pertama kali beradaptasi mengingat waktu jam pelajaran sewaktu SMA dan Sekolah bahasa Jepang hanya sekitar 40 Menit setiap Jam Pelajaran. Ditambah saya kurang seberapa paham apa yang dibicarakan oleh Pengajar karena kemampuan bahasa Jepang saya yang terbatas tapi seiring waktu sedikit demi sedikit saya mulai tahu trick agar bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Di Jepang test seperti UAS di lakukan juga setiap akhir semester sama seperti Indonesia.

 

Sekian dulu post saya tentang serba – serbi kuliah di Jepang semoga bermanfaat. Saya akan coba tulis bagian kedua secepatnya ketika saya ada waktu luang. Terima kasih sudah mau membaca.

 

 

 

 

Study wisata hari terakhir (Angkor Watt)

Post kali ini jadi post final saya mengenai studi wisata saya di Kamboja.

Hari terakhir tidak banyak yang saya lakukan dan hanya mengungjungi Angkor Watt saja. Banyak sekali yang sudah tahu tentang Angkor Watt terutama orang Indonesia pasti langsung berpikir bahwa Angkor Watt mirip dengan Borobudur. Memang benar secara struktur Angkor Watt mirip dengan Borobudur. Dari segi luas Angkor Watt memang benar-benar sangat luas sekali. Peninggalan kerajaan Khmer berbentuk sangat utuh dan jelas sekali. Bangunan dan besarnya Angkor Watt membuat saya kagum karena hanya berada disana saja, Saya bisa merasakan bahwa memang ada kehidupan di masa lalu yang sangat berbeda dari cara hidup kita saat ini.

Saya berangkant ke Angkor Watt mulai pagi sekitar pukul 5 pagi untuk melihat Matahari terbit dari Angkor Watt. Kami datang kesana langsung membeli tiket. Disana kami membayar 20 Dollar untuk tiket masuk yang valid selama satu hari. Foto wajah juga diambil dan di print ke ticket untuk mempermudah validasi karena memang jumlah site Angkor Watt berpisahan satu sama lain.

Ticket masuk Angkor Watt. Foto kurang bagus karena kurang pencahayaan.

Ticket masuk Angkor Watt. Foto kurang bagus karena kurang pencahayaan.

Setelah membeli tiket saya langsung kembali ke bus untuk pergi ke titik pusat Angkor Watt. Setelah saya sampai disana saya kagum dengan kemegahan Angkor Watt karena bentuknya sudah bukan sebuah bangunan tetapi merupakan suatu kompleks seperti apa yang saya bayangkan tentang kerajaan kecil yang muncul di cerita dongeng. Jembatan tradisional untuk masuk ke pintu gerbang,patung-patung serta relief sangatlah artistik menggambarkan masa kejayaan kerajaan Khmer. Baca lebih lanjut

Tips Mencari Pekerjaan Paruh Waktu di Jepang.

 

Halo semuanya kali ini saya ingin membahas mengenai tips dan cara mencari pekerjaan paruh waktu di Jepang. Biaya hidup di Jepang  bisa dibilang cukup mahal oleh sebab itu sangatlah tidak mungkin bagi kita untuk bisa bertahan hidup di Jepang selama berbulan-bulan tanpa melakukan pekerjaan paruh waktu atau bisa dibilang ada teman-teman yang bertahan hidup sepenuhnya dengan mengandalkan bekerja paruh waktu. Kali ini saya ingin menulis tentang cara mencari pekerjaan paruh waktu. Langsung saja saya bahas ya.

Baca lebih lanjut

Study Wisata Hari Keempat (Siem Reap)

Kali ini, Saya akan membahas mengenai studi tour saya dari Pnhom Penh ke Siem Reap.

Perjalanan kami dari Phnom Penh menuju Siem Reap kami tempuh kurang lebih 30 Menit,,Siem Reap merupakan salah satu kota besar yang ada di Kamboja dan di kota ini pula terdapat objek wisata yang sangat megah yaitu Angkor Watt. Candi Kuil yang punya karakteristik hampir sama dengan Borobudur.

Kami berangkat dari Phnom Penh menuju Siem Reap sore hari sehingga sewaktu kita sampai disana hari sudah cukup gelap sehingga kami memutuskan untuk tidak pergi jauh-jauh dari Hotel. Kebetulan lokasi hotel sangat dekat dengan Night Market kami memutuskan untuk keluar jalan-jalan di sekitar market tersebut sambil mencari makanan dan minuman. Night Market merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh para wisatawan untuk membeli berbagai macam pernak-pernik maupun oleh-oleh.

Pusat Souvenir di Siem Reap

Pusat Souvenir di Siem Reap

Night Market-1 Night Market-2

Sekitar pukul 10 malam kami memutuskan untuk kembali ke hotel karena keesokan harinya kami punya kegiatan mengunjungi Organisasi yang membantu anak-anak kurang mampu di Siem Reap dan pada hari itu saya tidak bisa tidur dengan nyenyak karena besok, bagi saya adalah kegiatan yang paling penting karena saya yang bertanggung jawab mengatur koordinasi dengan Pemimpin organisasi. Nama organisasi yang saya kunjungi adalah ConcertoCambodia,sebuah organisasi non profit yang membantu anak-anak kurang mampu di bidang edukasi. (URL: http://www.concertcambodia.org/). Keesokan hari saya bertemu dengan pemimpin organisasi. Beliau berasal dari Inggris sehingga saya merasa sangat canggung karena ini baru kedua kalinya  untuk saya menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan penutur native bahasa Inggris . Benar-benar canggung karena memang Bahasa Inggris saya kurang seberapa bagus. Tapi untungnya beliau sangat pengertian sehingga kegiatan hari itu berjalan sangat baik.

Foto Lokasi ConcertCambodia (Foto anak-anak tidak saya pasang untuk menghormati privasi mereka)

Disini anak-anak diajarkan tentang pentingnya rutinitas menggosok gigi dan cara menggosok gigi yang baik dan benar.

Disini anak-anak diajarkan tentang pentingnya rutinitas menggosok gigi dan cara menggosok gigi yang baik dan benar.

Ruang kelas sangat sederhana sekali, melihat kelas ini Mengingatkan betapa beruntungnya saya yang bisa bersekolah dengan fasilitas yang lebih dari cukup.

Ruang kelas sangat sederhana sekali, melihat kelas ini Mengingatkan betapa beruntungnya saya yang bisa bersekolah dengan fasilitas yang lebih dari cukup.

Papan Concert Cambodia

Papan Concert Cambodia

Lokasi Tempat

ConCERT Cambodia

Group 10, Phum Mondul 1
Svay Dankum Commune
306 Street 9
Krong Siem Reap 72000

Disana kami di beri penjelasan tentang aktivitas organisasi,Masalah yang ada baik kondisi finansial setiap anak-anak yang ada di tempat fasilitas organisasi serta masalah sosial.

Disana kami juga melakukan kegiatan mengajarkan origami kepada anak-anak serta bermain dengan mereka.

kegiatan berlangsung hanya setengah hari tapi benar-benar sesuatu yang berarti bagi saya dan teman-teman saya. Suatu saat ketika saya sudah bekerja dan bisa meluangkan waktu saya ingin sekali berkunjung kembali ke Kamboja.

Post saya mengenai Studi tour saya di hari keempat dan kelima sampai disini. selanjutnya saya akan membahas tour Angkor Watt di Post berikutnya.

Membeli Kacamata di Jepang.

Sebelum meneruskan tulisan mengenai kegiatan saya di Kamboja, Saya ingin selangi dengan hal lain supaya tidak terlalu monotone. Kali ini saya ingin membahas membeli kacamata di Jepang.

Membeli kacamata di Jepang pada umumnya sedikit lebih rumit dibanding dengan membeli kacamata di Indonesia. karena untuk membeli kacamata tidak bisa sembarangan. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah pergi ke Dokter mata untuk minta di ukur power mata kita. Di Jepang mengukur mata itu disebut 視力検査 (Shiryoku-Kensa) dan kita harus minta ke dokter mata atau Toko optikal terbesar. Biaya untuk minta diukur power berkisar antara 1,000~4,000 Yen untuk kunjungan pertama. Pastinya untuk kunjungan berikutnya biaya untuk check mata lebih murah daripada kunjungan pertama. Harga tersebut adalah harga yang sudah dipotong dengan asuransi kesehatan. Setelah cek Mata maka kita akan diberi resep untuk membuat kacamata. Umumnya masa berlakunya hanya 3 bulan sehingga harus segera dibawa ke toko optik untuk dibuat. Kacamata di Jepang harganya sangat variatif dan hampir sama dengan Indonesia antara kisaran 3,000 ~ 20,000 Yen. Harga membuat di toko optik sedikit lebih mahal karena mereka memberi garansi dengan prosuder yang lebih mudah dibanding dengan membeli di online shop.  Mungkin teman-teman sekalian sudah pernah membaca tentang artikel softlens yang saya post disini. Cek mata untuk Optik Kacamata dan kontak lens jenis dan caranya berbeda sehingga perlu resep berbeda-beda untuk membuatnya. Jadi kalau budget tipis atau sedang bingung ingin pakai kacamata atau kontak lens sebaiknya diputuskan terlebih dahulu sebelum berkunjung ke Dokter Mata.

Tambahan FIY aja, Trend kacamata di Jepang. Trend Kacamata di Jepang hampir sama dengan Indonesia yaitu kacamata full frame Model seperti ini:

https://i1.wp.com/www.jins-jp.com/st/airframe/switch/img/img_top02.jpg

Sumber : http://www.jins-jp.com/st/airframe/switch/

Hampir sama dengan Indonesia bukan?

Trend kacamata yang terkesan dari Korea ini sebetulnya sudah merambat ke seluruh penjuru dunia. Jadi buat teman-teman yang berpikir bahwa kacamata model seperti diatas adalah trend Kpop,jangan salah karena saya rasa kacamata model seperti ini sudah jadi trend global.

Sekian pos kali ini semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman Indonesia yang baru tinggal di Jepang.

Untuk tanya-tanya silahkan post comment.

Salam!