Logo Perusahan Jepang Dari Horror jadi Kawaii/Keren

Setiap perusahaan pasti punya suatu logo yang berbeda-beda untuk mewakili perusahaan mereka dan memberi brand pada produk yang mereka produksi. Kali ini saya mau bahas 4 Logo perusahaan Jepang yang terkenal juga di Indonesia, Logonya sekarang jadi kawaii atau keren tapi sebetulnya logo-logo perusahaan ini awalnya seram lho. Coba ada perusahaan apa saja yukk langsung disimak.

 

  1. Hitachi

Kalau udah denger nama Hitachi bawaannya sih elektronik rumah tangga ya. tapi perusahaan multinasional Jepang ini punya banyak bisnis dari elektronik rumah tangga sampai pembangkit listrik tenaga listrik. Slogannya Inspire the next.

Logo sekarang

cslogo

Logo sekarang biasa-biasa aja tapi sebelumnya?

HITACHI⑥.JPG

Oke logo lama hitachi ini kalau sampai disini logonya masih biasa-biasa aja ya. coba nama Hitachi kita lepas.

88f0eeb9.jpg

Kalau hanya logo seperti foto di menara Tsutenma,foto menara jadi seperti poster film horror bukan?

2.IDEMITSU OIL

Perusahaan satu ini kalau di Indonesia terkenal dengan oil pelumas untuk Mesin, pecinta mobil pasti setidaknya pernah dengar sekali atau dua kali tentang perusahaan satu ini. Perusahaan Jepang ini selain terkenal oil mereka bergerak di bidang perminyakan juga.

Logonya sekarang

16127565438_c98191cae7_o

Lumayan agak seram sih,coba bandingkan dengan yang lama

ffd2a547

tatapannya gak kalah sama hantu sundel bolong.

3. Calpis

Perusahaan minuman satu ini mungkin masih terasa asing bagi orang Indonesia karena mereka menggunakan brand berbeda untuk memasarkan produk mereka di Indonesia. Mereka pakai nama Calpico Soda untuk produk di Indonesia.

index_ph03

Logo Sekarang

com_og01

Logo Lama

calpis2

Kalau kamu minum bisa mendem kali ya.

4. Kao

Perusahaan ini terkenal dengan produk Biore,Attack,Merrys. Pasti semua orang Indonesia tahu dengan perusahaan ini.

Logo sekarang  (ada unsur Kawaii)

0business_brand_symbol_gree0n999_0

Logo Lama (Logo organisasi Occult?)

o0313032011873600342.jpg

 

Sekian logo 4 Perusahaan Jepang yang dulunya serem jadi keren.

Menurut aku logo Kao & Calpis yang paling seram. Menurut kalian yang mana? silahkan Comment!

Sumber: 2ch (Japanese), Web Setiap Perusahaan.

 

 

Iklan

Taiwan Trip! Day 2

Lama tidak tulis pos blog lagi. Kali ini saya mau menulis lagi lanjutan trip ke Taiwan saya. Buat yang masih belum baca part pertama klik link ini supaya ceritanya nyambung.

Kali ini di hari kedua saya pergi mengunjungi Rainbow Village (彩虹眷村) yang ada di taichung(臺中). Rainbow Village ini terkenal karena warna warni tembok dan aspal tempat tersebut. Sebetulnya tempat ini terletak diarea tempat para veteran tentara Taiwan tinggal, tapi karena mau di redevelopment tempat ini terancam dirobohkan tapi salah satu veteran Taiwan melukis di tembok dan lantai tempat ini menghasilkan warna warni yang unik seperti pelangi. alhasil tempat ini jadi tempat tongkrongan dan landmark oleh penduduk sekitar dan ujungnya juga jadi perhatian wisatawan mancanegara,tempatnya menurut saya biasa saja tapi ada pelukis veteran Taiwan yang memang tinggal disana dan menjual souvenir. Mungkin disana kita bisa bicara macam-macam soal rainbow village dan sejarahnya serta membeli souvenir. Sayangnya saya tidak berbicara dengan beliau karena bahasa Mandarin saya yang masih belepotan jadi masih kurang percaya diri.

Oh ya,tempat ini aksesnya agak sulit menurut saya, dari Taipei stasiun saya naik HSR (Bullet Train mirip dengan shinkansen Jepang) menuju ke Taichung tapi turun di xin wuri. Ticket HSR agak mahal sekitar 600NTD untuk sekali jalan. FYI  dengar-dengar kalau pesan tiket online beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya bisa ada kemungkinan dapat diskon tiket.

Ticket HSR Taipei -Taichung

Setelah sampai di xinwuri yang kurang lebih memakan waktu satu jam setengah, kami memutuskan untuk membeli makan siang di convenient  store terdekat. Setelah itu muncul “happening” lagi yaitu saat kita mau menuju ke rainbow village,kita tidak tahu arah sama sekali. Ketika tanya di kounter bus pertama kita malah tidak dihiraukan oleh staff kounter yang menurut saya perlakuan yang sangat disayangkan dan konyol karena staff kounter seharusnya melayani tapi tidak digubris, tapi untungnya disana ada kounter lain dan staff kounter disana mau menberi tahu walaupun tidak jelas secara detail tapi kami merasa mendapat hint untuk bisa ke rainbow village. Setelah menemukan halte bus menuju ke rainbow village masih ada “happening” lagi. Mungkin kami yang terbiasa dengan service bus jepang yang super bagus itu membuat kami shock dengan service bus Taiwan. Pertama  biasanya kalau ada penumpang naik bus baru mulai berjalan ketika semua penumpang telah duduk atau berpegangan. Tapi kami kaget yaitu ketika kami naik,pintu langsung ditutup dan tanpa menunggu penumpang duduk,bus langsung jalan. Teman saya sudah duduk untungnya,hanya saya saja yang belum duduk dan hampir jatuh di dalam bus karena bus mendadak berjalan. Begitu pula ketika kami turun, belum selesai turun bus sudah mau bergerak kembali. Sungguh service yang disayangkan menurut saya. 

Rute bus arah Rainbow Village

Setelah melalui “happening” diatas kami akhirnya sampai di rainbow village yang hanya sekitar 10 menit dari halte bus. Overall  rainbow village menurut saya sangatlah unik tapi sayang lokasinya terlalu kecil dan terlihat masih kurang populer. Untuk datang jauh-jauh dari Taipei ke Taichung saya rasa kurang “worth it”. 

 Setelah berfoto ria disana kami langsung kembali ke Taipei dengan HSR . Sebetulnya masih ingin mengunjungi tempat lain tapi karena waktu yang mepet karena ingin ke jiefun kami langsung balik ke Taipei. Sayang ujung-ujungya kami tidak jadi ke jiefun. 

 Setibanya di taipei,kita menghabiskan waktu di ximending (西門町)yaitu tempat para muda-mudi taiwan berkumpul,semacam Harajuku tapi versi Taiwan disana kita menghabiskan waktu membeli souvenir dan jalan-jalan. Awalnya cuman niat satu jam di ximending kemudian ke jiefun tapi setelah dipikir lagi waktu keberangkatan kembali ke Jepang nantinya juga mepet,akhirnya kami mengurungkan niat kesana. Sungguh sayang sekali tapi tidak apa karena berarti saya harus ke Taiwan lagi biar kesampaian. 

Setelah menghabiskan waktu di Ximending kami balik ke Taipei dan langsung naik bus ke airport dan kembali ke Jepang. 

Serba – Serbi Aktivitas Kuliah di Jepang (Part 1)

Lama tak update blog post karena kesibukan kuliah yang jadwalnya memang sangat padat kebetulan pelajaran hari ini yang cuman hanya saya mata pelajaran di liburkan karena pengajar pergi dinas keluar negeri ,akhirnya kesampaian untuk oprek blog lagi. Bicara tentang perkuliahan di Jepang saya masih belum pernah menulis sama sekali tentang ada kegiatan apa saja sewaktu berkuliah di Jepang.

Saya sekarang masih tahun kedua kuliah di universitas Jepang. Kalau di Indonesia mungkin semester 4 dan masih ada waktu yang tersisa selama dua tahun lagi. Walaupun masih tinggal dua tahun lagi saya sudah mulai sibuk dengan berbagai macam kegiatan yang ada di sekolah dan persiapan – persiapan agar bisa bekerja di Jepang karena memang mimpi saya adalah bekerja di Jepang. Sebelum bicara macam – macam tentang kegiatan saya sekarang ada lebih baiknya kalau saya menulis beberapa hal yang saya lalui waktu tahun pertama masuk universitas di Jepang. Siapa tahu bisa jadi referensi untuk teman-teman yang ingin kuliah di Jepang. Langsung saja ya.

Saya masuk mulai semester pertama di Universitas Jepang tahun 2014 tepatnya tahun lalu setelah belajar di sekolah bahasa Jepang selama kurang lebih 1 tahun 9 bulan. Cukup lama sekolah bahasa Jepang saya menghitung murid asing hanya diperbolehkan menempuh pendidikan bahasa Jepang max 2 tahun. Kemudian di tahun 2014 bulan Maret saya lulus dari sekolah bahasa dan bulan April sudah masuk kuliah di universitas Jepang. Untuk proses bagaimana prosedur sekolah  masuk kuliah dan persiapannya akan saya tulis di post berbeda di lain kesempatan.

Saya masuk kuliah di salah satu universitas swasta yang lumayan bagus walaupun tidak setinggi seperti Tokyo University atau Waseda. Disini saya belajar banyak tentang apa saja sih proses yang ada tentang perkuliahan baik secara umum maupun ciri khas dari universitas Jepang karena saya belum pernah berkuliah di Indonesia. Pertama yang paling jelas adalah pertama kali masuk kuliah tidak ada proses orientasi yang terlalu aneh-aneh seperti Indonesia dimana kakak senior marah-marah,Jahil dan kemudian memberikan tugas berat. Disini saya disambut oleh para staff maupun pengajar dengan sambutan dalam bentuk pidato yang berisi tentang visi dan motto universitas,janji setelah lulus,janji selama berkuliah kemudian ditutup dengan bernyanyi bersama lagu universitas. tergantung universitas masing -masing sebenarnya tapi kebanyakan universitas Jepang seperti ini. Setelah itu sesuai dengan dokumen yang dikirim sebelum hari upacara disana saya mengikuti instruksi yang tertera seperti nomor bangku saya dengan kombinasi alfabet dan nomor sebanyak 13 digit yang sangat panjang dan dipandu untuk masuk ke kelas masing-masing sesuai dengan nomor yang tertera, disana dibagikan kartu mahasiswa dan jadwal beberapa hari berikutnya. setelah menerima jadwal dan kartu mahasiswa semua diperbolehkan pulang atau berkeliling lingkungan sekolah yang baru. Saya sangat kaget karena proses orientasi di Jepang terlalu pendek dan terlalu simple namun memang ternyata seperti itulah proses orientasi di Jepang. Kalau di Indonesia pasti kita akan digiring layaknya tahanan keliling sekolah dengan dandanan seperti Charlie Chaplin atau hantu makam Jeruk Purut sembari dimarahi dan dihina oleh kakak senior. Disini setelah proses orientasi yang cuman beberapa jam kita sudah bebas bisa bekeliaran ke seluruh gedung Universitas. Sambil berkeliling gedung universitas yang masih kurang familiar biasanya di lorong – lorong banyak mahasiswa angkatan atas yang membagikan flyer atau Leaflet tentang Klub dimana mereka bergabung yang terkenal dengan sebutan Sa-Kuru (サークル). Ada Berbagai macam klub dan saya membawa pulang banyak sekali leaflet tentang sa-kuru yang sayangnya saya putuskan untuk tidak bergabung karena waktu yang terbatas serta jarak rumah dengan universitas yang cukup memakan waktu dan keinginan saya untuk fokus mengambil macam-macam kualifikasi. Sore harinya diadakan welcome party khusus untuk mahasiswa asing saya mengikutinya dan bertemu dengan berbagai teman dari mancanegara seperti Myanmar,Korea Selatan,China. Setelah welcome party selesai bersama dengan Klub ikatan mahasiswa dari China di universitas saya,Saya diajak untuk mengikuti welcome party mereka dan lagi-lagi sangat awkward karena saya satu-satunya orang Indonesia yang menyelundup di pesta Khusus Mahasiswa Asing dari China. Maklum seperti inilah ketika hanya satu-satunya orang Indonesia di Universitas. Tapi disini saya belajar untuk bertahan meskipun situasi sedikit awkward. Puji Tuhan pesta yang saya awkward berujung menjadi asik dan berkesan.

Setelah proses orientasi ada berbagai macam acara yang tertulis di Jadwal yang saya terima. Ada yang bersifat opsional atau ada juga yang wajib seperti Test Kesehatan (Test Urine,X-ray,Tinggi,Berat Badan) dan yang lain-lain. setelah mengikuti semua jadwal biasanya tidak langsung pelajaran di mulai tapi ada libur lagi yang biasanya antara 2 hari sampai 1 minggu. Sewaktu libur tersebut kita memikirkan mata pelajaran apa yang ingin diambil serta membeli buku mata pelajaran yang kita ambil. Barulah setelah liburan pendek selesai barulah kita ikut pelajaran. Pertamanya saya sangat nervous dan agak dag dig dug karena ruang kelas yang besar dan dipenuhi oleh banyak Orang Jepang dengan umur sepantaran dengan saya. Karena setahu saya orang Indonesia di Jurusan yang saya ambil yaitu Marketing & Trade hanya saya satu-satunya orang Indonesia ditambah pula saya tidak seperti orang Jepang lainnya yang sudah punya teman dari SMA yang pergi ke universitas yang sama.

Bicara tentang pelajaran,1 Jam pelajaran di Jepang adalah 1,5 Jam dan kemudian dibagi dengan kelas lecture yang dilakukan di kelas yang muat 400-500 orang dan kelas kecil seperti untuk mata pelajaran bahasa asing. Sangat sulit pertama kali beradaptasi mengingat waktu jam pelajaran sewaktu SMA dan Sekolah bahasa Jepang hanya sekitar 40 Menit setiap Jam Pelajaran. Ditambah saya kurang seberapa paham apa yang dibicarakan oleh Pengajar karena kemampuan bahasa Jepang saya yang terbatas tapi seiring waktu sedikit demi sedikit saya mulai tahu trick agar bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Di Jepang test seperti UAS di lakukan juga setiap akhir semester sama seperti Indonesia.

 

Sekian dulu post saya tentang serba – serbi kuliah di Jepang semoga bermanfaat. Saya akan coba tulis bagian kedua secepatnya ketika saya ada waktu luang. Terima kasih sudah mau membaca.

 

 

 

 

Membeli Kacamata di Jepang.

Sebelum meneruskan tulisan mengenai kegiatan saya di Kamboja, Saya ingin selangi dengan hal lain supaya tidak terlalu monotone. Kali ini saya ingin membahas membeli kacamata di Jepang.

Membeli kacamata di Jepang pada umumnya sedikit lebih rumit dibanding dengan membeli kacamata di Indonesia. karena untuk membeli kacamata tidak bisa sembarangan. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah pergi ke Dokter mata untuk minta di ukur power mata kita. Di Jepang mengukur mata itu disebut 視力検査 (Shiryoku-Kensa) dan kita harus minta ke dokter mata atau Toko optikal terbesar. Biaya untuk minta diukur power berkisar antara 1,000~4,000 Yen untuk kunjungan pertama. Pastinya untuk kunjungan berikutnya biaya untuk check mata lebih murah daripada kunjungan pertama. Harga tersebut adalah harga yang sudah dipotong dengan asuransi kesehatan. Setelah cek Mata maka kita akan diberi resep untuk membuat kacamata. Umumnya masa berlakunya hanya 3 bulan sehingga harus segera dibawa ke toko optik untuk dibuat. Kacamata di Jepang harganya sangat variatif dan hampir sama dengan Indonesia antara kisaran 3,000 ~ 20,000 Yen. Harga membuat di toko optik sedikit lebih mahal karena mereka memberi garansi dengan prosuder yang lebih mudah dibanding dengan membeli di online shop.  Mungkin teman-teman sekalian sudah pernah membaca tentang artikel softlens yang saya post disini. Cek mata untuk Optik Kacamata dan kontak lens jenis dan caranya berbeda sehingga perlu resep berbeda-beda untuk membuatnya. Jadi kalau budget tipis atau sedang bingung ingin pakai kacamata atau kontak lens sebaiknya diputuskan terlebih dahulu sebelum berkunjung ke Dokter Mata.

Tambahan FIY aja, Trend kacamata di Jepang. Trend Kacamata di Jepang hampir sama dengan Indonesia yaitu kacamata full frame Model seperti ini:

https://i1.wp.com/www.jins-jp.com/st/airframe/switch/img/img_top02.jpg

Sumber : http://www.jins-jp.com/st/airframe/switch/

Hampir sama dengan Indonesia bukan?

Trend kacamata yang terkesan dari Korea ini sebetulnya sudah merambat ke seluruh penjuru dunia. Jadi buat teman-teman yang berpikir bahwa kacamata model seperti diatas adalah trend Kpop,jangan salah karena saya rasa kacamata model seperti ini sudah jadi trend global.

Sekian pos kali ini semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman Indonesia yang baru tinggal di Jepang.

Untuk tanya-tanya silahkan post comment.

Salam!

Challenge Part 1: Hidup di Jepang

Rencana mau update blog tiap hari Jumat selalu kacau balau,gara-gara berbagai macam tugas kuliah,kerja part time translator dan sebagainya. akhirnya hari ini senin (10/6) baru bisa update blog.

Memang dari dulu saya kalau merencanakan sesuatu ujung-ujungnya selalu hancur dan tidak pernah sesuai dengan yang saya rencanakan.

Kali ini saya berpikir untuk menceritakan sedikit tentang kehidupan di Jepang menurut pandangan saya. secara pribadi dan bukan secara umum. Jadi apa yang saya akan tulis bisa dianggap sebagai bahan masukan saja sebelum memutuskan untuk tinggal di Jepang.

 

Walaupun sudah bukan musim Panas sewaktu saya membuat post ini, tetap saja saya putuskan untuk memasang foto ini. karena tidak ada foto yang cocok dengan artikel yang saya tulis kali ini.

Walaupun sudah bukan musim Panas sewaktu saya membuat post ini, tetap saja saya putuskan untuk memasang foto ini. karena tidak ada foto yang cocok dengan artikel yang saya tulis kali ini.

Mulai saja dari bagian pertama ya.

  1. Jepang punya Fasilitas yang memadai, Saya akui setelah hidup di Jepang saya sadar bahwa Indonesia masih kurang dari segi fasilitas umum dan kebudiyaan manusianya. di Jepang apabila kita naik kereta dan ada orang yang lebih membutuhkan kursi pasti ada yang mau melepas kursinya untuk diberikan ke orang yang lebih membutuhkan dari mereka. kalau di Indonesia memang dari segi fasilitas masih kurang tapi yang lebih penting dari itu adalah tingkat SDM yang masih terbilang rendah. saya akui Jepang memang tempat yang sangat bagus.
  2. Kehidupan Masyarakat Jepang sangatlah sepi, yang saya maksud sepi disini adalah Lonely atau kesepian, bagi saya orang Jepang memang disiplin dan tegas. Namun dilain sisi mereka juga tidak mau privasi mereka terganggu dan mereka selalu berusaha menjaga Image mereka. seperti saya tuliskan diatas mereka memang punya SDM yang bagus dan tata krama yang bagus namun semuanya hanya sebatas itu saja. banyak lanjut usia yang dibiarkan oleh anak-anak mereka akibat anak-anak mereka harus banting tulang sampai larut malam setiap hari. dibiarkan terlantar bukan berarti tidak diberi makan dan sebagainya,melainkan mereka di titipkan ke Day Care Centre (デイサービス)semacam pantai jompo kalau diibaratkan di Indonesia. anak-anak mereka tidak mau menjaga atau mengurus orang tua mereka. Pernah ada beberapa kasus di supermarket tempat saya bekerja,bahwa lansia mencuri barang bukan karena tidak punya uang tapi karena ingin mendapat perhatian. setelah saya mendengar itu saya langsung merasa bahwa mereka benar-benar kesepian. anak mudapun disini juga ada yang merasa kesepian. walaupun mereka lebih punya banyak akses ke berbagai tempat dan bisa berkumpul dengan kaum sebaya mereka,namun tetap saja dari cara berkumpul mereka belum tentu bisa akur sama lain.
  3. Jepang tempat Berpenghasilan tinggi dan berpenghasilan rendah, pernah saya melihat di televisi ada seorang anak muda umur 20 tahun dengan penghasilan lebih dari 100juta per bulan dan ada juga mereka yang terpaksa menjadi freeter フリーター terpaksa bekerja dengan posisi tidak tetap seperti part time job dan sebagainya dan hanya berpenghasilan kurang dari 12juta perbulan yang menurut saya sangat kecil apabila ingin tinggal disini. gaji tersebut hanya bisa mereka dapatkan apabila mereka bekerja secara mati-matian. semua biaya hidup mereka ditanggung orang tua,uang asuransi,uang pensiun tak terbayar. bagi mereka hidup seperti ini bukan pilihan mereka tapi terpaksa mereka jalani. berkeluarga membentuk keluarga baru sudahlah pasti mimpi, untuk hidup mandiri saja sangat sulit bagi mereka. saya sudah melihat banyak freeter disini selama tinggal di Jepang 2 tahun ini. Terkadang penghasilan saya bekerja supermarket dan digabung dengan uang penerjemahan lebih besar dari upah yang mereka dapat. jadi ikut iba,saya sendiri sebagai mahasiswa terkadang punya penghasilan lebih tinggi dari mereka. tapi apa adanya saya juga membutuhkan uang tersebut untuk membayar kuliah yang saya tanggung sendiri seluruhnya. benar-benar miris, di tv banyak orang kaya yang disiarkan sedangkan orang disekitar saya terpaksa bekerja dengan posisi tidak tetap dan gaji rendah. saya rencana akan membuat ulasan tentang black company ブラック企業 untuk membahas lebih lengkat mengenai kisah miris freeter di Jepang.

untuk bagian pertama saya sudahi sampai disini. rencana part kedua saya akan buat ulasan lebih banyak lagi. buat yang ingin tahu mengenai hal terbelusuk di Jepang. silahkan contact saya. selama bukan hal yang melanggar hukum,saya akan coba untuk buat ulasannya. semoga bacaan ini dapat menambah pengetahuan.

Tips Membeli Kontak Lens/Softlens di Jepang

Sebetulnya post kedua ingin saya isi dengan perjalanan saya pergi ke tempat wisata di Jepang. tapi karena review mengenai tempat wisata di Jepang sudah cukup banyak  jadi saya berpikir buat menundanya dulu.

kali ini saya mau mereview serta memberi tips mengenai cara membeli kontak lens atau softlens di Jepang. seperti teman-teman mahasiswa atau pelajar  di Jepang maupun Indonesia,kontak lens atau alat bantu penglihatan sudah bukan kebutuhan tambahan tapi memang barang yang kita butuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

teman-teman di Jepang mungkin juga sudah tahu kalau membeli kontak lens di Jepang bukan semudah membeli kontak lens di Indonesia,yang hanya Tinggal pergi ke Toko optik  lalu pilih power dan jenis (warna,bening,dsb). Untuk bisa membeli kontak lens di Jepang,anda harus mengikuti test penglihatan terlebih dahulu baru dapat membeli kontak lens. Semua penjualan kontak lens bedasarkan dari 処方箋(shohousen) atau resep dari ahli penglihatan. untuk itu ikut pemeriksaan mata adalah hal wajib untuk membeli kontak lens.

Mungkin teman-teman Indonesia yang ada di Jepang atau berencana tinggal di Jepang berpikiran bahwa Harga pemeriksaan mata sangatlah mahal. tapi kenyataannya juga tidak seperti itu. ada beberapa toko yang menerima pemeriksaan mata gratis asalkan anda nantinya akan membeli kontak lens di toko mereka. ada juga toko yang mengcharge hingga 6000 Yen untuk pemeriksaan mata. untuk itu saya sarankan apabila membeli kontak lens di Jepang ,lebih baik ke tempat yang menerima pemeriksaan mata gratis saja. karena secara kualitas tidak terlalu ada hal yang sangat berbeda.  Di Jepang juga aturan untuk alat bantu penglihatan sangatlah ketat,dari segi sanitasi sampai jangka waktu pemakaian. Umumnya jenis kontak lens yang ada di Jepang memiliki jangka waktu pakai 1-day (1 hari atau sekali buang) dikenal juga dengan nama 使い捨てコンタクトレンズ Tsukaisute kontakutorenzu,ada juga yang 2 minggu dan jangka waktu paling lama 1 bulan. buat teman-teman di Indonesia mungkin bisa membeli kontak lens dengan jangka waktu 1 tahun dan 6 bulan.,tapi di Jepang kontak lens dengan jangka waktu yang lama dilarang penjualannya karena alasan Sanitasi.

Apabila membeli kontak lens pastinya akan membeli cairan penyucinya bukan? di Jepang cairan pencuci kontak lens umumnya di jual seharga 800-2000 yen (tergantung merk dan kandungan di dalamnya) dibundle dua pack masing-masing dengan isi 300-350 ml (untuk pemakain 1 bulan) . Sedangkan kontak lens di jual dengan harga berkisar 2000-3000 yen.  Memang kalau di total akan sangat mahal,butuh biaya sekitar 3000-4000 yen untuk membeli kontak lens dan cairan pencuci. Bagi saya harga sebesar itu sudahlah cukup mahal karena kantong saya memang pas-pas an. Kali ini saya mau ngasih tau teman-teman bagaimana cara irit untuk bisa membeli kontak lens.

Sebetulnya harga kontak lens yang dijual di Toko optik di Jepang bukan harga yang murah,apabila anda membeli di online shop seperti amazon dan rakuten maka teman-teman bisa mendapatkan harga kontak lens dibawah 2000 yen!. banyak sekali online shop di Jepang yang menjual kontak lens secara bebas,dan penjualannya bukan disembunyikan tapi memang tidak di rekomendasikan karena dapat membeli tanpa pemeriksaan mata terlebih dahulu sehingga terkadang ada kesalahan dalam pemilihan power. Tapi buat teman-teman Indonesia yang sudah pernah meng-check mata di optik Indonesia sangatlah di sayangkan untuk membeli di toko Optik karena harganya lebih mahal (Beda sekitar 400 yen).  Oleh sebab itu kali ini saya coba buktikan membeli kontak lens dengan harga super murah di bawah harga wajar di Jepang .

 

Saya membeli kontak lens dengan jangka waktu pakai 1 bulan dengan harga 1700 per kotak. kali ini saya beli dua kotak.

Kontak lens yang saya beli dari online shop (Amazon)

Kontak lens yang saya beli dari online shop (Amazon)

 

Isi dalam kontak Lens

Isi dalam kontak Lens

 

Di dalam box ada kertas penjelasan dan aturan pakai dalam bentuk ilustrasi

Di dalam box ada kertas penjelasan dan aturan pakai dalam bentuk ilustrasi

Cairan yang saya beli di toko obat. harga online shop dan toko obat hampir sama.

Cairan yang saya beli di toko obat. harga online shop dan toko obat hampir sama.

Setiap produk berbeda tapi banyak yang menggunakan sistem dua kali cuci. obat steril dan obat pembersih.

Setiap produk berbeda tapi banyak yang menggunakan sistem dua kali cuci. obat steril dan obat pembersih.

 

Total Rincian :

kontak lens 2 kotak  3500 Yen (untuk pemakaian 3 bulan)

cairan pencuci 3 box 2400 yen (untuk pemakaian 3 bulan)

Total 5900 yen

Dihitung perbulan 2000 Yen

Sedangkan apabila membeli di Toko optik

kontak lens 2 kotak 4400 yen untuk pemakaian 3 bulan (Harga paling murah di toko optik)

cairan pencuci 3 kotak 2100 Yen

Total  6500 yen

Dihitung perbulan 2200 Yen Kurang lebih.

Irit 200 yen setiap bulannya.

 

 

Dari rincian tersebut alangkah lebih baik untuk membeli di online shop daripada toko Optik,hanya saja untuk teman-teman yang baru pertama kali pakai atau sudah lama tidak mengikuti pemeriksaan sebaiknya mengikuti pemeriksaan dan membeli di toko optik terlebih dahulu agar tidak salah memilih.

Semoga bermanfaat!