Review Bandara Hong Kong International Airport

Halo,sudah lama saya tidak nulis blog lagi. tiba-tiba tulisan kali ini random banget soal airport. Kenapa saya jadi kepikir nulis airport terutama Hong Kong airport? ada alasan sebetulnya. Alasannya yaitu kalau saya bener-bener ngebolang di Hong Kong airport.

Jadi ceritanya saya rencana balik ke Indonesia untuk mengunjungi keluarga dan liburan, karena tiket dari Jepang ke Indonesia waktu saya pulang itu udah masuk tarif high season yang diatas 80000 yen keatas saya memutuskan untuk pakai berbagai macam cara agar biayanya lebih murah. Akhirnya saya memutuskan untuk naik Cathay Pacific yang punya base transit di Hong Kong, Walaupun ada overlay transit selama 15 Jam lebih tepatnya saya berangkat hari ini,besok siangnya saya baru bisa berangkat ke Indonesia tepatnya Surabaya. Alhasil saya jadi bolang alias tuna wisma di Hong Kong Airport. Selagi saya jadi Tuna Wisma sementara saya putusin untuk explorer bandara besar di Asia ini. Hong Kong memang kelihatan kecil tapi jangan remehkan airport mereka, gate untuk terbang mereka ada ratusan kurang lebih 200 gate ada di Hong Kong airport dan Bandara satu ini handle penerbangan ke tempat-tempat yang jarang mungkin dikunjungi orang Indonesia,mulai dari kota-kota terkenal eropa sampai dengan destinasi yang kurang di dengar seperti Tel Aviv,dsbnya.

Bandara Hong Kong ini benar-benar lengkap sekali, jadi saya mau review beberapa fasilitas bandara yang mungkin berguna serta pengalaman saya bolang di Hong Kong Airport (yang cuman hanya ingin tahu fasilitas bandara ini langsung aja baca bagian terakhir beserta tips & trick dari saya ya).

Pertama,Pengalaman saya menginap di Bandara.

Seperti tadi yang aku ceritain,pesawat yang aku pesan ada layover 15 jam di Hong Kong sehingga saya harus menginap di Bandara.Karena sudah tahu dari awal ada layover dan sudah pernah jalan-jalan ke Hong Kong saya memilih untuk tidur di waiting room departure gate. Overall experience saya bermalam di waiting room: kurang menyenangkan.  Baca lebih lanjut

Iklan

Taiwan Trip! Day 1

Lama tidak pos lagi. Blog yang saya rencanakan untuk di update setiap minggu selalu gagal. Memang benar kata orang susah untuk memulai sesuatu termasuk memulai untuk menulis artikel baru.

Tahun ini saya masuk tahun ketiga sejak berkuliah di Jepang. Sekarang Universitas di Jepang masuk liburan musim semi yang umumnya antara bulan Februari sampai Maret. Lumayan cukup panjang sekitar 2 bulan. Liburan kali ini tidak saya sia-siakan karena tahun pertama dan kedua liburan musim semi saya hampir semuanya saya sia-siakan hanya untuk bekerja part time job. Maklum saya menutupi biaya sekolah disini sendirian tanpa bantuan orang tua. Liburan musim semi ini kali ini saya putuskan pulang ke Indonesia karena sudah tidak pulang lebih dari 2 tahun. Kemudian saya kembali lagi ke Jepang bulan Maret. Karena masih ada waktu sisa saya putuskan untuk berlibur kali ini. biasanya saya bekerja part time saja tapi karena monotone saya akhirnya putuskan untuk berlibur. Tahun ini saya juga masuk semester 5 kuliah di Jepang jadi sudah tidak ada waktu lagi untuk berlibur kecuali liburan musim semi kali ini. Berhubung posisi Jepang yang strategis dekat dengan negara yang bagus-bagus seperti Korsel dan Taiwan, saya berpikir untuk pergi ke negara- negara tersebut selagi masih di Jepang. Awalnya saya berencana ke Korea karena ada paket Tour yang sangat murah sekali dari Jepang sekitar 21000 Yen tapi saya urungkan karena Teman barengan saya sudah pergi ke korsel. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Taiwan sekalian hitung-hitung melatih bahasa Mandarin yang baru saya pelajari.

Kami berangkat dari Haneda airport ke Taoyuan. Karena pesawat berangkat malam kami memutuskan untuk bermalam di Haneda airport. FYI Airport di Jepang untuk daerah Tokyo hanya Haneda saja Narita tidak buka 24 Jam. Kami berangkat dari Jepang ke Taiwan dan sampai di Taoyuan airport Jam 8:30 kurang lebih. Setelah menukar uang (rate taoyuan airport lebih bagus dari bank Indonesia maupun Jepang), membeli kartu sim unlimited internet 3 hari seharga 300 NTD kami langsung pergi menuju Taipei main station.  Harga ticket dari bandara sampai Taipei Main Station 120 NTD per orang. Dari stasiun taipei kita bisa menuju ke berbagai tempat spot popular yang ada. Ketika sampai di Taipei Main Station sudah sekitar jam 12 an. Kami memutuskan untuk makan di food court yang ada di stasiun namanya Taiwan breeze (微風廣場).

 

IMG20160309095826

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

IMG20160309100111

Interior Bus, Bersih & Nyaman

IMG20160309100121

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

 

IMG20160309110523

Lunch 

Setelah selesai makan saya menuju ke hotel untuk cek in terlebih dahulu sebelum jalan-jalan ke tempat lain. Langsung saja saya pergi untuk membeli ticket tapi makhlum tidak pernah membeli ticket di taiwan serta menggunakan vending machine yang bisa dibilang masih model lawas akibatnya ada sebuah happening yang tak terduga. Pernah saya menginap dibagian paling utara Taiwan yaitu kota Keelung (基隆)karena kota keelung lumayan terkenal saya berpikir untuk membeli ticket kereta express saja daripada local yang berhenti di setiap stasiun. Salah kaprah saya inilah yang membuat happening, pertama mesin tiket TRA Taiwan adalah model lama yang hanya bisa menerima uang koin saja. Saya pergi menukarkan uang kertas saya jadi koin dengan vending machine kemudian mulai “utak-atik” tombol mesin tiket. Saya lakukan pertama yaitu menekan tombol jumlah orang kemudian karena saya berpikir keelung lumayan besar pasti kereta express juga berhenti, saya pilih Rapid. Sejauh ini masih tidak masalah tapi setelah itu happening terjadi. Saya memasukan koin dengan jumlah yang tertera tapi tiket tidak keluar, saya dan teman saya berpikir bahwa pasti uang yang saya masukkan masih kurang. Kemudian saya masukan koin lagi tapi tiket tidak keluar karena panik saya tambahkan koin terus dan tanpa disadari berapa kali koin sudah saya masukkan tapi tiket tidak keluar-keluar juga dan malah mesin vending machine ticket berbunyi seperti suara peringatan yang cukup kencang. Saya dan teman saya juga bingung tapi untungnya saya bisa menghubungi pegawai dengan intercom walaupun pegaiwanya agak dengan muka setengah marah beliau mau mengeluarkan uang koin yang saya masukan dan memilih tiket kereta menuju keelung. Ternyata Kereta Lokal saja yang berhenti di Keelung! Ingat ya buat teman-teman yang mau wisata ke Taiwan.

Setelah happening terjadi akhirnya kita bisa naik kereta lokal menuju ke keelung.

IMG20160309130734

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

 

Setelah sampai kami menuju ke hotel yang saya booking lewat expedia dengan harga JPY 6000. Agak jauh dari stasiun sekitar 15 menit. Nama hotelnya keelung imperial hotel (華國商務飯店) Kalau cuman untuk tidur saja lumayan menurut saya, sayangnya tekanan air shower kurang seberapa kuat. oh ya waktu saya breakfast disana ada salah satu staff orang Indonesia! Mungkin yang khawatir ada apa-apa dan tidak bisa bahasa mandarin menginap disini juga lumayan menurut saya. Tempatnya juga dekat dengan Miao Kou night market.

Setelah cek-in,menaruh barang dan membersihkan diri saya menuju kembali ke stasiun taipei untuk jalan-jalan. Tempat yang saya tujuh pertama yaitu chiang kai-shek memorial hall buat yang pengen tahu sejarah tempat ini google sendiri ya. Tempat ini terkenal dengan bangunan putih dan aula serta penjaga manusia bukan patung yang berdiri nonstop disana.

Waktu saya kesana cuaca sedang hujan sehingga hasil foto kurang bagus tapi saya rasa tempat ini sangat bagus dan terlihat megah waktu cuaca cerah. Setelah puas berfoto-foto ria saya memutuskan bersama teman saya menuju ke tempat favorit semua orang yaitu Taipei101! dan bertemu dengan teman dari teman saya orang Taiwan.  Sayang di Taipei101 cuaca tidak membolehkan untuk foto diluar,jadi kami habiskan untuk shopping saja. Taipei101 ternyata bussiness centre dan mall. tidak ada hal yang “istimewa” di dalamnya selain tower yang jadi landmark.  Setelah bertemu dengan teman Taiwan saya diajak ke Shilin Night Market (士林夜市), Night Market terbesar di Taiwan!  Makanan sampai barang pernak pernik semua ada disana.

Langsung saja di Shilin saya memulai wisata kuliner masakan Taiwan, Pertama Stinky Tofu (臭豆腐) Tofu yang difermentasi sehingga menghasilkan bau yang kurang sedap tapi setelah mencicipi bagi orang Indonesia baunya tidak terlalu menyengat malahan sambal terasi lebih menyengat baunya dibandingkan Stinky Tofu. Untuk rasa sayangnya saya kurang suka karena rasanya tidak kental. Setelah stinky tofu saya coba Chicken Katsu (Padahal makanan Jepang), Strawberry Candy dan terakhir beraneka makanan yang dipesan oleh teman Taiwan saya. Makanan yang saya ingat hanya misua,Capjay,fuyunghai sisanya saya tidak ingat. Makanan begitu banyaknya sangat murah sekali di Taiwan daripada di Indonesia apalagi Jepang.

Setelah puas Makan saya lanjutkan membeli kaos untuk souvenir dan kemudian pulang kembali ke Hotel untuk istirahat buat menghadapi tantangan dan “happening” yang tak terduga.

 

Study wisata hari terakhir (Angkor Watt)

Post kali ini jadi post final saya mengenai studi wisata saya di Kamboja.

Hari terakhir tidak banyak yang saya lakukan dan hanya mengungjungi Angkor Watt saja. Banyak sekali yang sudah tahu tentang Angkor Watt terutama orang Indonesia pasti langsung berpikir bahwa Angkor Watt mirip dengan Borobudur. Memang benar secara struktur Angkor Watt mirip dengan Borobudur. Dari segi luas Angkor Watt memang benar-benar sangat luas sekali. Peninggalan kerajaan Khmer berbentuk sangat utuh dan jelas sekali. Bangunan dan besarnya Angkor Watt membuat saya kagum karena hanya berada disana saja, Saya bisa merasakan bahwa memang ada kehidupan di masa lalu yang sangat berbeda dari cara hidup kita saat ini.

Saya berangkant ke Angkor Watt mulai pagi sekitar pukul 5 pagi untuk melihat Matahari terbit dari Angkor Watt. Kami datang kesana langsung membeli tiket. Disana kami membayar 20 Dollar untuk tiket masuk yang valid selama satu hari. Foto wajah juga diambil dan di print ke ticket untuk mempermudah validasi karena memang jumlah site Angkor Watt berpisahan satu sama lain.

Ticket masuk Angkor Watt. Foto kurang bagus karena kurang pencahayaan.

Ticket masuk Angkor Watt. Foto kurang bagus karena kurang pencahayaan.

Setelah membeli tiket saya langsung kembali ke bus untuk pergi ke titik pusat Angkor Watt. Setelah saya sampai disana saya kagum dengan kemegahan Angkor Watt karena bentuknya sudah bukan sebuah bangunan tetapi merupakan suatu kompleks seperti apa yang saya bayangkan tentang kerajaan kecil yang muncul di cerita dongeng. Jembatan tradisional untuk masuk ke pintu gerbang,patung-patung serta relief sangatlah artistik menggambarkan masa kejayaan kerajaan Khmer. Baca lebih lanjut

Studi wisata Kamboja bagian ketiga (hari ketiga)

Kali ini saya mau menulis post lanjutan tentang studi wisata saya di Kamboja. Buat yang belum baca part satu dan part dua silahkan klik disini untuk bagian pertama dan disini untuk bagian kedua.

Pada hari ketiga ini saya masih berada di ibu kota Kamboja,Phnom penh. Kali ini saya menuju central market yaitu pasar tertua yang ada di Kamboja. Disana kami bukan bertujuan untuk shopping tetapi kami mau melakukan interview terhadap orang setempat mengenai mimpi mereka dan bagaimana mewujudkan mimpi mereka.

Untuk melakukan interview ini,kami benar-benar mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Ini dikarenakan ketidak mampuan kami berbahasa Khmer. Kami dibagi menjadi dua group dimana satu group didampingi dengan Penerjemah sedangkan group saya tidak didampingi dengan penerjemah karena kendala biaya yang sangat minim. Alhasil group saya harus bergantung 100% dengan bberkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Sangat sulit untuk mencari orang Kamboja yang bisa berbahasa Inggris. Walaupun kesusahan dalam komunikasi,kami berhasil mendapatkan testimoni dari orang setempat. Penjual disana banyak yang bisa berbahasa Inggris dan bahasa Jepang. Namun sayang kemampuan mereka terbatas pada level dasar saja. Sehingga untuk bercakap-cakap sangatlah susah.

Tempat kami melakukan interview

Tempat kami melakukan interview

Suasana di dalam old market

Suasana di dalam old market

Disini saya juga menemukan berbagai macam hal unik dan barang KW yang serba murah. Banyak jam Adidas yang unik dijual dengan harga sekitar IDR 50k serta ada juga barang-barang antik yang lain serta jajanan pasar. Awalnya saya ingin mencoba beberapa jajanan pasar yang ada disana namun Guru yang bertanggung jawab selama perjalanan saya disini menganjurkan supaya tidak jajan sembarangan karena tingkat kebersihan Jepang yanng tinggi pastilah teman saya orang Jepang yang lain akan mudah terserang sakit perut. Saya ketika mendengar larangan itu merasa sedikit tersinggung karena kualitas makanan di Kamboja sama dengan Indonesia. Tapi setelah dipikir pikir memang ada benarnya kata dari Professor seminar saya. Saya yang sudah 2 tahun tidak pulang ke Indonesia juga mengurungkan niat saya untuk jajan jajanan pasar. Tapi hanya satu yang buat saya tidak bisa untuk tidak jajan pasar,karena satu makanan ini benar-benar ingin saya coba dari dahulu. Mungkin pasti teman-teman pembaca merasa bahwa makanan yang akan saya makan ini adalah sesuatu yang sangat lezat yang tidak boleh terlewatkan,Namun yang saya ingin makan bukanlah makanan yang sangat lezat melainkan makanan yang unik. Makanan itu adalah Tumis Serangga dan Gorengan Serangga. Saya sudah memutuskan dari awal bahwa saya akan memakan `snack` satu ini setelah sampai di Kamboja. Di Kamboja hampir sama dengan Thailand ada Jajanan Unik yang terbuat dari serangga. Di Kamboja juga ada jajanan yang terbuat dari Laba-laba. Namun sayang makanan laba-laba ini tidak dijual di seluruh penjuru Kamboja melainkan dijual di kota lain yang saya belum sempat kunjungi.

Tumisan serangga ini punya cita rasa mirip dengan Tumis Kangkung.

Tumisan serangga ini punya cita rasa mirip dengan Tumis Kangkung.

Setelah melakukan interview di jalanan kami memutuskan untuk pergi ke Mall terbesar yang ada di Kamboja yaitu AEON mall. AEON mall adalah mall dengan developer dari Jepang dan sudah sangat terkenal diberbagai negara karena keberanian mereka memberikan service dan barang dengan harga yang mirip walaupun tak segila walmart.

Di Kamboja setahu saya Mall masih sedikit dan mungkin hanya Aeon Mall ini saja. Kalau di Indonesia sudah berapa ratus mall yang dibangun,buat saya bingung karena banyaknya Mall di Indonesia yang saya rasa terlalu luxury.

Mall Di Kamboja seperti ini.

Aeon Mall

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Bentuk pelayanan hampir sama dengan Jepang dicampur dengan pelayanan Restoran di Asia tenggara pada umumnya. Seperti Foodcourt dan beberapa space untuk anak.

Makanan yang saya pesan di Food court

Makanan yang saya pesan di Food court

Dessert ini mirip dengan es campur di Indonesia

Dessert ini mirip dengan es campur di Indonesia

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Setelah puas jalan-jalan di Aeon Mall dan kebetulan masih ada waktu yang tersisa kami memutuskan untuk mengunjungi Vihara (Mohon maaf saya lupa namanya). Disana kita melihat berbagai patung tradisional dan ada satu monumen dengan usia lebih dari 1000 Tahun.

Salah satu sisi Bangunan Vihara

Patung Dewa-Dewa Patung Dewa

Setelah selesai melihat-lihat kami putuskan untuk kembali ke Hotel dan mempersiapkan  barang kami karena kami nanti Jam 4 sore harus berangkat Menuju Siem Riep.  Perjalanan saya dan teman-teman di Pnhom Penh berakhir disini dan dilanjutkan dengan perjalanan Kami ke Siem Reap.

Untuk bagian siem reap akan saya tulis di post berikutnya.

Studi Wisata Kamboja Bagian 2 (Hari kedua)

Sambungan bagian 1 tentang pos studi wisata saya di Kamboja, kali ini saya mau menulis kegiatan hari pertama yang saya lakukan di Kamboja.

Di hari pertama ini saya mendapat kesempatan yang sangat unik dan berkesan buat saya karena hal yang saya lakukan hari ini merupakan salah satu hal yang tidak bisa didapat hanya dengan travelling. Kegiatan yang saya lakukan pada hari pertama ini adalah berkunjung ke Royal University of Phnom Penh, Aeon Mall & Tuol Sleng Genocide Museum. Sebelum masuk ke topik sesungguhnya sedikit foto pemasan buat teman-teman sekalian.

Phnom Penh di pagi hari.

Phnom Penh di pagi hari.

Sarapan pagi,sama seperti Indonesia. Nasi Goreng,Mie goreng,Telur asin,buah mangga,Pepaya!,Jus Jeruk

Sarapan pagi,sama seperti Indonesia. Nasi Goreng,Mie goreng,Telur asin,buah mangga,Pepaya!,Jus Jeruk

Ketika membaca tiga kegiatan yang saya lakukan pada hari itu pasti semua langsung kaget,kok ada acara berkunjung ke universitas?. Karena saya pergi untuk studi wisata jadi wajib untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan, Kunjungan saya ke Universitas Phnom Penh buat saya sadar akan satu hal yang mungkin tidak bisa saya sadari apabila tidak pergi ke Kamboja. Disana saya melakukan kegiatan culture exchange antara Kamboja dan Jepang. walaupun saya bukan orang Jepang saya coba menilai Kamboja dan Jepang dengan prespektif saya sendiri. Kegiatan diawali dengan presentasi perkenalan diri serta perkenalan negara Jepang dan kemudian presentasi perkenalan Kamboja. Semua dilakukan dalam Bahasa Jepang. Lagi-lagi satu hal yang buat saya kaget adalah kemampuan Sebagian besar murid Jurusan sastra Jepang Universitas Phnom Penh bukan di level menengah tapi sudah ke arah level tingkat atas. Di Indonesia juga saya rasa banyak yang punya kemampuan Bahasa Jepang cukup bagus tapi saya rasa mayoritas masih kurang mahir dibandingkan dengan mahasiswa Phnom Penh university. tentunya itu hanya pandangan saya semata karena saya tidak tahu seberapa banyak dan seberapa mahir orang Indonesia dalam berbahasa Jepang.  Ketika saya medengarkan presentasi dari mereka saya benar-benar terkejut dan merasa bahwa saya uang sudah hampir tiga tahun tinggal di Jepang masih dibawah mereka. Jadi malu sendiri. Sekilas kegiatan saya di Universitas seperti foto dibawah ini.

Salah satu bangunan yang ada di Phnom Penh

Salah satu bangunan yang ada di Phnom Penh

Gedung Kampus Phnom Penh University bagus,bersih dan juga asri banyak tanaman

Gedung Kampus Phnom Penh University bagus,bersih dan juga asri banyak tanaman

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Informasi mengenai event lengkap sekali.

Informasi mengenai event lengkap sekali.

Papan-2 Papan-3 Spanduk

Cosplay tarian sampai cosplay juga diadakan di Universitas Phnom Penh

Cosplay tarian sampai cosplay juga diadakan di Universitas Phnom Penh

Kebetulan Saya berkunjung kesana pada saat tanggal dekat-dekat dengan Hina Matsuri. Hiasan boneka Hina Matsuri juga sudah di display oleh Pihak Universitas,

Kebetulan Saya berkunjung kesana pada saat tanggal dekat-dekat dengan Hina Matsuri. Hiasan boneka Hina Matsuri juga sudah di display oleh Pihak Universitas,

Saya dan teman saya ikut mendengarkan presentasi secara seksama.

Saya dan teman saya ikut mendengarkan presentasi secara seksama.

Banyak buku dalam bahasa Jepang dari yang mudah sampai sangat susah untuk dimengerti.

Banyak buku dalam bahasa Jepang dari yang mudah sampai sangat susah untuk dimengerti.

Setelah melakukan kegiatan pertukaran budaya kita semua langsung pergi ke Kantin universitas buat mencoba masakan traditional kamboja. Makanan yang sempat saya coba adalah samlor kor ko dan Machu Kroung

Rasanya kental dengan lemak daging dan sayuran membuat rasanya mirip dengan soto kambing minus beberapa bumbu rempah-rempah

Rasanya kental dengan lemak daging dan sayuran membuat rasanya mirip dengan soto kambing minus beberapa bumbu rempah-rempah

Rasanya mirip dengan sayur asam.

Rasanya mirip dengan sayur asam.

Sehabis makan-makan sambil bincang-bincang saya dan teman seminar saya memutuskan untuk beranjak ke tempat lain. Kali ini mungkin tempat yang saya kunjungi bisa dibilang bukan tempat yang menyenangkan dan bisa dibilang tempat yang seram. Tempat ini merupakan tempat yang ingin saya bahas habis-habisan pada pos blog kali ini.

Saya peringatkan membaca bagian setelah ini bisa menganggu pikiran anda dan bersifat disturbing. Siapkan mental terlebih dahulu sebelum membaca bagian selanjutnya ini.

Bagi orang Indonesia Kamboja dikenal dengan negeri seribu pagoda yang mempunyai budaya mirip dengan Thailand,Laos dan Myanmar. Mungkin ada juga yang tahu tentang tentara Indonesia yang dikirim ke Kamboja dalam misi perdamaian. Saya rasa hal pertama adalah hal yang paling diketahui orang Indonesia dibandingkan hal kedua tentang misi Perdamaian. Di Kamboja sempat terjadi kerusuhan seperti kerusuhan PKI dan kerusuhan 1998 yang memaksa saya dan keluarga saya yang merupakan kaum tionghoa untuk berwaspada dan bahkan lari dari  Indonesia. Di Kamboja pula ada kerusuhan yang dibilang merupakan kerusuhan secara tidak langsung oleh partai komunis Kampuchea pada saat itu yang dipimpin oleh Pol pot. Untuk yang ingin tahu mengenai siapa itu Pol pot silahkan klik link ini. Partai Komunis kampuchea ini berhasil menyingkirkan raja Kamboja dari tahta kerajaan Kamboja dan menguasai Kamboja. Mereka merubah nama Kamboja menjadi Republik Demokratis Kampuchea. Tak hanya merubah nama saja,mereka juga mengubah seluruh sistem negara secara keseluruhan dari aspek ekonomi sampai sosial. Mereka ingin menciptakan negara agraris yang mampu mencukupi kebutuhan negeri mereka sendiri tanpa perlu bantuan external. Mereka menarik seluruh uang Kamboja yang beredar dipasaran,Menghapus sistem kepemilikan tanah pribadi dan menangkap orang-orang politik,orang kaya dan orang-orang yang mempunyai kelebihan khusus. Untuk mencapai ambisi mereka,Mereka membuat penduduk Kamboja yang hidup di kota seperti Phnom Penh untuk pergi bertani ke daerah pedesaan secara paksa atau kerja rodi. Karena banyak penduduk kota yang tidak tahu cara bertani bukannya mereka menghasilkan panen yang belimpah, yang terjadi adalah gagal panen yang mengakibatkan kelaparan. Pekerja rodi biasanya diberi makan bubur 3x sehari menjadi 2x sehari itu pun dicampur dengan jagung ketika kondisi kekurangan pangan sangatlah parah.

Sedikit penjelasan tentang latar belakang Kambojia yang suram,Kali ini saya berkesempatan berkunjung ke temoat yang menjadi salah satu saksi kekejaman orang- orang partai komunis rKampuchea yaitu S-21 Prison atau juga dikenal dengan nama Tuol Sleng Genocide Museum. Tempat ini merupakan tempat penyiksaan terhadap politikus,orang kaya,dan orang yang punya kelebihan khusus. Penyiksaan yang mereka lakukan menelan korban 2 juta jiwa lebih.Bukan Angka main-main untuk nyawa manusia.

Saya mulai dengan penampakan gedung luar

tampak luar saja sudah cukup seram dan buat saya merinding

tampak luar saja sudah cukup seram dan buat saya merinding

Gedung ini merupakan bekas sekolah dasar yang kemudian difungsikan menjadi tempat penyiksaan,benar-benar seram. Gedung dibagi menjadi beberapa tempat Gedung A,B,C,D Gedung A untuk tawanan eksklusif dan Gedung D untuk tawanan rendahan. Kondisinya sangat mengerikan dan mencekam. Ketika gedung ini ditemukan masih tersisa 14 manyat di dalam ruangan yang diperkirakan dibunuh sebelum Pol pot dikalahkan oleh Tentara Vietnam. Kondisi mayat dipublikasikan dan dipasang di ruangan masing-masing dimana mayat itu di temukan.

Ruangan di Gedung A

Ruangan gedung A masih terbilang luas dan untuk tawanan eksklusif.

Ruangan gedung A masih terbilang luas dan untuk tawanan eksklusif.

Alat untuk menyiksa.

Alat untuk menyiksa.

IMG_0305

Menurut penjelasan dari pemandu kotak yang ada di foto diatas digunakan untuk menampung kotoran manusia baik itu tinja maupun urin. Besi yang panjang digunakan untuk mensekap para tawanan agar tetap di ranjang. dan yang terakhir objek bulat adalah piring untuk makan. Perlakuan seperti binatang.

Kotak tinja diatas apabila penuh dibawah ke lapangan alun-alun disana ada bekas kayu yang digunakan anak kecil bermain ayunan dan dibawahnya ditaruh pot atau kendi yang sangat besar.

Ayunan

Isi kotak tinja akan dimasukan di dalam kendi besar tersebut dan digunakan sebagai salah satu alat penyiksa, Tawanan akan digantung kemudian di naik turunkan ke dalam kendi seperti teh celup yang dinaik turunkan hingga tak sadar, kemudian disiram air agar sadar kembali dan disiksa hingga meninggal.

Berikut dibawah ini foto Gedung B,C,D dan beberapa hal mengerikan yang saya rasa tak perlu saya bahas lagi.

IMG_0350 IMG_0351 IMG_0369 IMG_0370 IMG_0371  IMG_0377 IMG_0384 IMG_0386 IMG_0387 IMG_0388 IMG_0389 IMG_0390 IMG_0391 IMG_0393 IMG_0394 IMG_0396 IMG_0397 IMG_0398 IMG_0399 IMG_0430 IMG_0433

Benar-benar tindakan yang tidak manusiawi. Saya juga sempat mengambil gambar beberapa kondisi beberapa gambar dari 14 mayat yang tersisa di gedung tersebut pada saat ditemukan. Sekali lagi jangan diterukskan  apabila anda tidak siap mental.

Baca lebih lanjut

Studi Wisata ke Kamboja Bagian 1 (Hari Pertama)

Sudah lama tidak menulis blog,rencananya ingin tulis blog setelah pulang dari Kamboja tapi ada hal yang tak terduga terjadi (hampir setiap hari selalu banyak hal yang terduga yang saya alami) ,Saya yang harusnya bekerja part time bedasarkan jadwal yang sudah dibuat pada bulan lalu menjadi harus bekerja dengan jam kerja lebih banyak karena tempat part time job saya kekurangan orang akibat mutasi.

Dalam post kali ini saya bukan bermaksud membahas tentang gangguan yang selalu menerpa hidup saya,tapi kali ini saya mau bercerita mengenai hasil perjalanan studi wisata saya ke Kamboja yang siapa tahu bisa dipakai untuk referensi teman-teman sekalian yang berencana untuk wisata ke Kamboja. Post mengenai wisata kamboja akan saya bagi dalam beberapa bagian karena banyak sekali yang ingin saya tulis mengenai hasil studi tour saya.

Saya mulai langsung saja ya bercerita tentang pengalaman perjalanan saya ke Kamboja.

Di hari pertama saya berangkat dari narita airport menuju Kamboja menggunakan Vietnam airlines yang transit di Ho Chi min City Vietnam pada tanggal 27 Feb bulan lalu. Perjalanan saya dari Tokyo ke Vietnam saya tempuh kurang lebih 5 Jam an (Mungkin kalau dari Indonesia bisa lebih pendek) setelah saya sampai di Vietnam saya oper pesawat menuju Phnom Penh ibu kota Kamboja.

 

Pesawat yang saya naiki berangkat pukul 09:30 Menuju Ho Chi Min City

Pesawat yang saya naiki berangkat pukul 09:30 Menuju Ho Chi Min City

Sesampainya di Vietnam saya langsung check in untuk naik ke pesawat berikutnya

Huruf Vietnam hampir mirip dengan alphabet plus huruf ekor seperti tulisan Aksara Jawa.

Huruf Vietnam hampir mirip dengan alphabet plus huruf ekor seperti tulisan Aksara Jawa.

Karena Sibuknya check in agar tidak telat naik pesawat saya tidak sempat melihat sekeliling airport Vietnam,namun yang paling saya rasakan waktu itu adalah Panasnya suhu Udara di Vietnam,Maklum sewaktu saya berangkat dari Jepang suhu udara Jepang masih belum mencapai 10 Derajat celcius dan masih terbilang musim Dingin. Saya apalagi teman – teman saya orang Jepang langsung merasa tidak enak yang mirip dengan tidak enak badan akibat perbedaan suhu yang cukup drastis. Suhu Udara di Vietnam pada saat itu antara 32-35 Derajat saya rasa lebih panas dari Indonesia.

Karena kepanasan saya akhirnya membeli Ice Cream di dalam bandara yang cukup mahal yaitu $4 dengan rasa Maccha. Walaupun mahal rasanya biasa-biasa saja

Karena kepanasan saya akhirnya membeli Ice Cream di dalam bandara yang cukup mahal yaitu $4 dengan rasa Maccha. Walaupun mahal rasanya biasa-biasa saja

Setelah Check in dan sampai di Ruang tunggu akhirnya saya bisa sedikit santai dan menikmati ice cream yang tadi saya beli. Sekitar 45 Menit Kemudian saya lepas landas menuju Kamboja.

 

Maaf kalau tidak jelas hanya mau menunjukan foto awan saja :p

Maaf kalau tidak jelas hanya mau menunjukan foto awan saja :p

Penerbangan antara Vietnam ke Kamboja hanyalah 45 Menit,seperti Surabaya – Bali. saya tidak merasakan bahwa saya sudah pindah ke Negara lain. Sesampainya saya di Bandara yang ada di Phnom Penh saya disambut oleh pemandangan unik bandara Phnom Penh yang terlihat oriental khas China.

Bangunan bandara bertema corak warna merah yang oriental khas China. Mengingatkan saya tentang amplop Angpao. Tahun ini saya tidak dapat angpao sama sekali karena berada di luar negeri.

Bangunan bandara bertema corak warna merah yang oriental khas China. Mengingatkan saya tentang amplop Angpao. Tahun ini saya tidak dapat angpao sama sekali karena berada di luar negeri.

Bandara Phnom Penh sangatlah simple dan tidak serba megah seperti bandara negara lain.

Bandara Phnom Penh sangatlah simple dan tidak serba megah seperti bandara negara lain. Sekilas seperti bandara yang hanya melayani penerbangan dalam negeri.

Setelah keluar dari Bandara saya disambut oleh Pemandu dari travel agency saya dan saya dipandu menuju hotel karena hari itu ketika saya sampai waktu setempat sudah diantara jam setengah 6 sore. saya dan teman-teman diantar menggunakan Mini Bus berkapasitas 18 orang an menuju ke Hotel kami. Selama perjalanan ada satu hal yang membuat saya merasa nostalgia dan juga merasa ada hal yang sama dengan Indonesia. Contohnya Trafik lalu lintas seperti Foto dibawah ini:

1  2  3 4 5

 

 

 

 

 

 

Bombardir Bomb Foto dari saya,mungkin dari foto Tersebut semua pasti langsung tahu maksud saya. Kamboja sama dengan Indonesia yaitu Lalu lintas yang tidak tertib,Macet,Satu sepeda motor dinaiki lebih dari 2 orang,Ada kendaraan seperti Bajaj yang dijuluki Tuk Tuk. Ada juga hal yang berbeda dari Indonesia yaitu Kemudi setir Kamboja berada di sebelah kiri bukan sebelah kanan. Pertama kali saya naik bus dengan Kemudi setir disebelah kiri.

Perjalanan saya dari Bandara ke Hotel yang ada di pusat kota seharusnya hanya memakan waktu sekitar 45 menit tetapi karena kemacetan waktu yang saya habiskan dalam bus menjadi 2 jam. hampir sama dengan indonesia bukan? Satu hal lagi yang saya rasakan berbeda dengan Indonesia seperti foto dibawah ini:

Pejalan kaki

Mungkin yang langsung disadari pembaca adalah semua pejalan kaki adalah wanita. Kemanakah pejalan Laki-laki?

Foto ini saya ambil ketika jam pulang kerja, bukannya tidak ada laki-laki yang berjalan di trotoar tapi dikarenakan banyak pekerja wanita yang pulang dari bekerja di tempat pekerjaan mereka yang kebanyakan berhubungan dengan industri kain. Industri kain sangatlah besar di Kamboja dan merupakan salah satu penompang ekonomi Kamboja selain pertanian dan Pariwisata. Ekonomi di Kamboja masih sangat tertinggal bila dibandingkan dengan Indonesia yang padahal sudah saya anggap tertinggal dibandingkan negara tetangga.

Sambil melihat pemandangan dan suasana pejalan kaki wanita 2 jam perjalanan saya berakhir dengan sampainya saya ke Hotel Holiday Village, Mungkin banyak yang tahu tentang Holiday Village. Hotel dengan kantor pusat yang ada di Malaysia. untuk teman-teman yang suka travelling ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapore pasti Familiar dengan hotel satu ini.

Sampai disana kami memutuskan untuk menurunkan barang dan menaruh dikamar,karena sudah jam 8 malam kami langsung memesan makan malam di Hotel juga. Tak disangka menu dihotel tersebut ternyata penuh dengan menu masakan Malaysia yang hampir mirip dengan Indonesia, Rendang,Rujak dan sebagainya. Saya tak menyangka kalau saya bisa makan masakan melayu pada hari itu. Setelah saya memesan nasi lemak tiba saat yang tidak enak yaitu membayar uang makanan yang sudah saya pesan. Kamboja menggunakan mata uang Amerika Dollar dan Mata uang negara mereka yaitu Riel. 1 Dollar di kurs sebesar 4000 Riel. di Kamboja tidak ada uang Koin baik itu Koin Amerika Dollar maupun koin Riel. Semua transaksi menggunakan uang Kertas. Ada beberapa tempat seperti mall yang menghargai Riel lebih rendah terhadap dollar 1 Dollar berkisar 4100 sampai 4200 Riel. Pada umumnya ketika membeli barang di pasar pasti rate dollar dan riel akan tetap yaitu 1 dollar = 4000 Riel.

Sampai disana dulu pos saya,Saya akan tulis bagian selanjutnya secepatnya. Semoga bisa jadi referensi Travelling dan menambah pengetahuan.

Ditunggu juga komen teman-teman yang sudah mau membaca.