Pengalaman pertama snowboarding

Halo guys,lama saya tidak pos di blog ini. sebetulnya niat untuk sering-sering update blog tapi ya gitu deh,banyak hal yang harus diprioritasin sehingga jadi gak sempat kepikiran untuk ngepos blog.

Kali ini aku mau ngebahas tentang snow boarding di Jepang. buat kamu yang belum tahu aktivitas snow boarding itu seperti apa, google dulu ya.

Aku pertama kali snow boarding 1 bulan yang lalu, tepatnya bulan Februari. Diajak teman-teman tempat kerja untuk snow boarding. Saya juga gak pernah nyoba aktivitas snow board jadi iseng-iseng untuk ikutan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Akhirnya Job hunting Selesai.

Sudah lama gak tulis blog,rasanya sudah beberapa bulan yang lalu terakhir post tulisan blog atau jangan-jangan setahun terakhir yang lalu post blog terakhir? kayaknya gak deh. Karena aku sempat ulas tentang sistem job hunting di Jepang. Buat yang belum baca coba klik ini ya.

Ehm,Kali ini aku mau tulis atau sekalian laporan kalau job hunting di Jepang aku udah selesai dan aku diterima di perusahaan kimia atau yang disebut 科学メーカー(かがくメーカー)kagaku me-ka-. Sebetulnya udah dari bulan 6 yang lalu sih keterimanya tapi karena sibuk arubaito dan urusan UAS Kuliah yang akhirnya selesai baru bisa nyempatin nulis Blog.  Baca lebih lanjut

Taiwan Trip! Day 1

Lama tidak pos lagi. Blog yang saya rencanakan untuk di update setiap minggu selalu gagal. Memang benar kata orang susah untuk memulai sesuatu termasuk memulai untuk menulis artikel baru.

Tahun ini saya masuk tahun ketiga sejak berkuliah di Jepang. Sekarang Universitas di Jepang masuk liburan musim semi yang umumnya antara bulan Februari sampai Maret. Lumayan cukup panjang sekitar 2 bulan. Liburan kali ini tidak saya sia-siakan karena tahun pertama dan kedua liburan musim semi saya hampir semuanya saya sia-siakan hanya untuk bekerja part time job. Maklum saya menutupi biaya sekolah disini sendirian tanpa bantuan orang tua. Liburan musim semi ini kali ini saya putuskan pulang ke Indonesia karena sudah tidak pulang lebih dari 2 tahun. Kemudian saya kembali lagi ke Jepang bulan Maret. Karena masih ada waktu sisa saya putuskan untuk berlibur kali ini. biasanya saya bekerja part time saja tapi karena monotone saya akhirnya putuskan untuk berlibur. Tahun ini saya juga masuk semester 5 kuliah di Jepang jadi sudah tidak ada waktu lagi untuk berlibur kecuali liburan musim semi kali ini. Berhubung posisi Jepang yang strategis dekat dengan negara yang bagus-bagus seperti Korsel dan Taiwan, saya berpikir untuk pergi ke negara- negara tersebut selagi masih di Jepang. Awalnya saya berencana ke Korea karena ada paket Tour yang sangat murah sekali dari Jepang sekitar 21000 Yen tapi saya urungkan karena Teman barengan saya sudah pergi ke korsel. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Taiwan sekalian hitung-hitung melatih bahasa Mandarin yang baru saya pelajari.

Kami berangkat dari Haneda airport ke Taoyuan. Karena pesawat berangkat malam kami memutuskan untuk bermalam di Haneda airport. FYI Airport di Jepang untuk daerah Tokyo hanya Haneda saja Narita tidak buka 24 Jam. Kami berangkat dari Jepang ke Taiwan dan sampai di Taoyuan airport Jam 8:30 kurang lebih. Setelah menukar uang (rate taoyuan airport lebih bagus dari bank Indonesia maupun Jepang), membeli kartu sim unlimited internet 3 hari seharga 300 NTD kami langsung pergi menuju Taipei main station.  Harga ticket dari bandara sampai Taipei Main Station 120 NTD per orang. Dari stasiun taipei kita bisa menuju ke berbagai tempat spot popular yang ada. Ketika sampai di Taipei Main Station sudah sekitar jam 12 an. Kami memutuskan untuk makan di food court yang ada di stasiun namanya Taiwan breeze (微風廣場).

 

IMG20160309095826

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

IMG20160309100111

Interior Bus, Bersih & Nyaman

IMG20160309100121

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

 

IMG20160309110523

Lunch 

Setelah selesai makan saya menuju ke hotel untuk cek in terlebih dahulu sebelum jalan-jalan ke tempat lain. Langsung saja saya pergi untuk membeli ticket tapi makhlum tidak pernah membeli ticket di taiwan serta menggunakan vending machine yang bisa dibilang masih model lawas akibatnya ada sebuah happening yang tak terduga. Pernah saya menginap dibagian paling utara Taiwan yaitu kota Keelung (基隆)karena kota keelung lumayan terkenal saya berpikir untuk membeli ticket kereta express saja daripada local yang berhenti di setiap stasiun. Salah kaprah saya inilah yang membuat happening, pertama mesin tiket TRA Taiwan adalah model lama yang hanya bisa menerima uang koin saja. Saya pergi menukarkan uang kertas saya jadi koin dengan vending machine kemudian mulai “utak-atik” tombol mesin tiket. Saya lakukan pertama yaitu menekan tombol jumlah orang kemudian karena saya berpikir keelung lumayan besar pasti kereta express juga berhenti, saya pilih Rapid. Sejauh ini masih tidak masalah tapi setelah itu happening terjadi. Saya memasukan koin dengan jumlah yang tertera tapi tiket tidak keluar, saya dan teman saya berpikir bahwa pasti uang yang saya masukkan masih kurang. Kemudian saya masukan koin lagi tapi tiket tidak keluar karena panik saya tambahkan koin terus dan tanpa disadari berapa kali koin sudah saya masukkan tapi tiket tidak keluar-keluar juga dan malah mesin vending machine ticket berbunyi seperti suara peringatan yang cukup kencang. Saya dan teman saya juga bingung tapi untungnya saya bisa menghubungi pegawai dengan intercom walaupun pegaiwanya agak dengan muka setengah marah beliau mau mengeluarkan uang koin yang saya masukan dan memilih tiket kereta menuju keelung. Ternyata Kereta Lokal saja yang berhenti di Keelung! Ingat ya buat teman-teman yang mau wisata ke Taiwan.

Setelah happening terjadi akhirnya kita bisa naik kereta lokal menuju ke keelung.

IMG20160309130734

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

 

Setelah sampai kami menuju ke hotel yang saya booking lewat expedia dengan harga JPY 6000. Agak jauh dari stasiun sekitar 15 menit. Nama hotelnya keelung imperial hotel (華國商務飯店) Kalau cuman untuk tidur saja lumayan menurut saya, sayangnya tekanan air shower kurang seberapa kuat. oh ya waktu saya breakfast disana ada salah satu staff orang Indonesia! Mungkin yang khawatir ada apa-apa dan tidak bisa bahasa mandarin menginap disini juga lumayan menurut saya. Tempatnya juga dekat dengan Miao Kou night market.

Setelah cek-in,menaruh barang dan membersihkan diri saya menuju kembali ke stasiun taipei untuk jalan-jalan. Tempat yang saya tujuh pertama yaitu chiang kai-shek memorial hall buat yang pengen tahu sejarah tempat ini google sendiri ya. Tempat ini terkenal dengan bangunan putih dan aula serta penjaga manusia bukan patung yang berdiri nonstop disana.

Waktu saya kesana cuaca sedang hujan sehingga hasil foto kurang bagus tapi saya rasa tempat ini sangat bagus dan terlihat megah waktu cuaca cerah. Setelah puas berfoto-foto ria saya memutuskan bersama teman saya menuju ke tempat favorit semua orang yaitu Taipei101! dan bertemu dengan teman dari teman saya orang Taiwan.  Sayang di Taipei101 cuaca tidak membolehkan untuk foto diluar,jadi kami habiskan untuk shopping saja. Taipei101 ternyata bussiness centre dan mall. tidak ada hal yang “istimewa” di dalamnya selain tower yang jadi landmark.  Setelah bertemu dengan teman Taiwan saya diajak ke Shilin Night Market (士林夜市), Night Market terbesar di Taiwan!  Makanan sampai barang pernak pernik semua ada disana.

Langsung saja di Shilin saya memulai wisata kuliner masakan Taiwan, Pertama Stinky Tofu (臭豆腐) Tofu yang difermentasi sehingga menghasilkan bau yang kurang sedap tapi setelah mencicipi bagi orang Indonesia baunya tidak terlalu menyengat malahan sambal terasi lebih menyengat baunya dibandingkan Stinky Tofu. Untuk rasa sayangnya saya kurang suka karena rasanya tidak kental. Setelah stinky tofu saya coba Chicken Katsu (Padahal makanan Jepang), Strawberry Candy dan terakhir beraneka makanan yang dipesan oleh teman Taiwan saya. Makanan yang saya ingat hanya misua,Capjay,fuyunghai sisanya saya tidak ingat. Makanan begitu banyaknya sangat murah sekali di Taiwan daripada di Indonesia apalagi Jepang.

Setelah puas Makan saya lanjutkan membeli kaos untuk souvenir dan kemudian pulang kembali ke Hotel untuk istirahat buat menghadapi tantangan dan “happening” yang tak terduga.

 

Serba – Serbi Aktivitas Kuliah di Jepang (Part 1)

Lama tak update blog post karena kesibukan kuliah yang jadwalnya memang sangat padat kebetulan pelajaran hari ini yang cuman hanya saya mata pelajaran di liburkan karena pengajar pergi dinas keluar negeri ,akhirnya kesampaian untuk oprek blog lagi. Bicara tentang perkuliahan di Jepang saya masih belum pernah menulis sama sekali tentang ada kegiatan apa saja sewaktu berkuliah di Jepang.

Saya sekarang masih tahun kedua kuliah di universitas Jepang. Kalau di Indonesia mungkin semester 4 dan masih ada waktu yang tersisa selama dua tahun lagi. Walaupun masih tinggal dua tahun lagi saya sudah mulai sibuk dengan berbagai macam kegiatan yang ada di sekolah dan persiapan – persiapan agar bisa bekerja di Jepang karena memang mimpi saya adalah bekerja di Jepang. Sebelum bicara macam – macam tentang kegiatan saya sekarang ada lebih baiknya kalau saya menulis beberapa hal yang saya lalui waktu tahun pertama masuk universitas di Jepang. Siapa tahu bisa jadi referensi untuk teman-teman yang ingin kuliah di Jepang. Langsung saja ya.

Saya masuk mulai semester pertama di Universitas Jepang tahun 2014 tepatnya tahun lalu setelah belajar di sekolah bahasa Jepang selama kurang lebih 1 tahun 9 bulan. Cukup lama sekolah bahasa Jepang saya menghitung murid asing hanya diperbolehkan menempuh pendidikan bahasa Jepang max 2 tahun. Kemudian di tahun 2014 bulan Maret saya lulus dari sekolah bahasa dan bulan April sudah masuk kuliah di universitas Jepang. Untuk proses bagaimana prosedur sekolah  masuk kuliah dan persiapannya akan saya tulis di post berbeda di lain kesempatan.

Saya masuk kuliah di salah satu universitas swasta yang lumayan bagus walaupun tidak setinggi seperti Tokyo University atau Waseda. Disini saya belajar banyak tentang apa saja sih proses yang ada tentang perkuliahan baik secara umum maupun ciri khas dari universitas Jepang karena saya belum pernah berkuliah di Indonesia. Pertama yang paling jelas adalah pertama kali masuk kuliah tidak ada proses orientasi yang terlalu aneh-aneh seperti Indonesia dimana kakak senior marah-marah,Jahil dan kemudian memberikan tugas berat. Disini saya disambut oleh para staff maupun pengajar dengan sambutan dalam bentuk pidato yang berisi tentang visi dan motto universitas,janji setelah lulus,janji selama berkuliah kemudian ditutup dengan bernyanyi bersama lagu universitas. tergantung universitas masing -masing sebenarnya tapi kebanyakan universitas Jepang seperti ini. Setelah itu sesuai dengan dokumen yang dikirim sebelum hari upacara disana saya mengikuti instruksi yang tertera seperti nomor bangku saya dengan kombinasi alfabet dan nomor sebanyak 13 digit yang sangat panjang dan dipandu untuk masuk ke kelas masing-masing sesuai dengan nomor yang tertera, disana dibagikan kartu mahasiswa dan jadwal beberapa hari berikutnya. setelah menerima jadwal dan kartu mahasiswa semua diperbolehkan pulang atau berkeliling lingkungan sekolah yang baru. Saya sangat kaget karena proses orientasi di Jepang terlalu pendek dan terlalu simple namun memang ternyata seperti itulah proses orientasi di Jepang. Kalau di Indonesia pasti kita akan digiring layaknya tahanan keliling sekolah dengan dandanan seperti Charlie Chaplin atau hantu makam Jeruk Purut sembari dimarahi dan dihina oleh kakak senior. Disini setelah proses orientasi yang cuman beberapa jam kita sudah bebas bisa bekeliaran ke seluruh gedung Universitas. Sambil berkeliling gedung universitas yang masih kurang familiar biasanya di lorong – lorong banyak mahasiswa angkatan atas yang membagikan flyer atau Leaflet tentang Klub dimana mereka bergabung yang terkenal dengan sebutan Sa-Kuru (サークル). Ada Berbagai macam klub dan saya membawa pulang banyak sekali leaflet tentang sa-kuru yang sayangnya saya putuskan untuk tidak bergabung karena waktu yang terbatas serta jarak rumah dengan universitas yang cukup memakan waktu dan keinginan saya untuk fokus mengambil macam-macam kualifikasi. Sore harinya diadakan welcome party khusus untuk mahasiswa asing saya mengikutinya dan bertemu dengan berbagai teman dari mancanegara seperti Myanmar,Korea Selatan,China. Setelah welcome party selesai bersama dengan Klub ikatan mahasiswa dari China di universitas saya,Saya diajak untuk mengikuti welcome party mereka dan lagi-lagi sangat awkward karena saya satu-satunya orang Indonesia yang menyelundup di pesta Khusus Mahasiswa Asing dari China. Maklum seperti inilah ketika hanya satu-satunya orang Indonesia di Universitas. Tapi disini saya belajar untuk bertahan meskipun situasi sedikit awkward. Puji Tuhan pesta yang saya awkward berujung menjadi asik dan berkesan.

Setelah proses orientasi ada berbagai macam acara yang tertulis di Jadwal yang saya terima. Ada yang bersifat opsional atau ada juga yang wajib seperti Test Kesehatan (Test Urine,X-ray,Tinggi,Berat Badan) dan yang lain-lain. setelah mengikuti semua jadwal biasanya tidak langsung pelajaran di mulai tapi ada libur lagi yang biasanya antara 2 hari sampai 1 minggu. Sewaktu libur tersebut kita memikirkan mata pelajaran apa yang ingin diambil serta membeli buku mata pelajaran yang kita ambil. Barulah setelah liburan pendek selesai barulah kita ikut pelajaran. Pertamanya saya sangat nervous dan agak dag dig dug karena ruang kelas yang besar dan dipenuhi oleh banyak Orang Jepang dengan umur sepantaran dengan saya. Karena setahu saya orang Indonesia di Jurusan yang saya ambil yaitu Marketing & Trade hanya saya satu-satunya orang Indonesia ditambah pula saya tidak seperti orang Jepang lainnya yang sudah punya teman dari SMA yang pergi ke universitas yang sama.

Bicara tentang pelajaran,1 Jam pelajaran di Jepang adalah 1,5 Jam dan kemudian dibagi dengan kelas lecture yang dilakukan di kelas yang muat 400-500 orang dan kelas kecil seperti untuk mata pelajaran bahasa asing. Sangat sulit pertama kali beradaptasi mengingat waktu jam pelajaran sewaktu SMA dan Sekolah bahasa Jepang hanya sekitar 40 Menit setiap Jam Pelajaran. Ditambah saya kurang seberapa paham apa yang dibicarakan oleh Pengajar karena kemampuan bahasa Jepang saya yang terbatas tapi seiring waktu sedikit demi sedikit saya mulai tahu trick agar bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Di Jepang test seperti UAS di lakukan juga setiap akhir semester sama seperti Indonesia.

 

Sekian dulu post saya tentang serba – serbi kuliah di Jepang semoga bermanfaat. Saya akan coba tulis bagian kedua secepatnya ketika saya ada waktu luang. Terima kasih sudah mau membaca.

 

 

 

 

Study Wisata Hari Keempat (Siem Reap)

Kali ini, Saya akan membahas mengenai studi tour saya dari Pnhom Penh ke Siem Reap.

Perjalanan kami dari Phnom Penh menuju Siem Reap kami tempuh kurang lebih 30 Menit,,Siem Reap merupakan salah satu kota besar yang ada di Kamboja dan di kota ini pula terdapat objek wisata yang sangat megah yaitu Angkor Watt. Candi Kuil yang punya karakteristik hampir sama dengan Borobudur.

Kami berangkat dari Phnom Penh menuju Siem Reap sore hari sehingga sewaktu kita sampai disana hari sudah cukup gelap sehingga kami memutuskan untuk tidak pergi jauh-jauh dari Hotel. Kebetulan lokasi hotel sangat dekat dengan Night Market kami memutuskan untuk keluar jalan-jalan di sekitar market tersebut sambil mencari makanan dan minuman. Night Market merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh para wisatawan untuk membeli berbagai macam pernak-pernik maupun oleh-oleh.

Pusat Souvenir di Siem Reap

Pusat Souvenir di Siem Reap

Night Market-1 Night Market-2

Sekitar pukul 10 malam kami memutuskan untuk kembali ke hotel karena keesokan harinya kami punya kegiatan mengunjungi Organisasi yang membantu anak-anak kurang mampu di Siem Reap dan pada hari itu saya tidak bisa tidur dengan nyenyak karena besok, bagi saya adalah kegiatan yang paling penting karena saya yang bertanggung jawab mengatur koordinasi dengan Pemimpin organisasi. Nama organisasi yang saya kunjungi adalah ConcertoCambodia,sebuah organisasi non profit yang membantu anak-anak kurang mampu di bidang edukasi. (URL: http://www.concertcambodia.org/). Keesokan hari saya bertemu dengan pemimpin organisasi. Beliau berasal dari Inggris sehingga saya merasa sangat canggung karena ini baru kedua kalinya  untuk saya menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan penutur native bahasa Inggris . Benar-benar canggung karena memang Bahasa Inggris saya kurang seberapa bagus. Tapi untungnya beliau sangat pengertian sehingga kegiatan hari itu berjalan sangat baik.

Foto Lokasi ConcertCambodia (Foto anak-anak tidak saya pasang untuk menghormati privasi mereka)

Disini anak-anak diajarkan tentang pentingnya rutinitas menggosok gigi dan cara menggosok gigi yang baik dan benar.

Disini anak-anak diajarkan tentang pentingnya rutinitas menggosok gigi dan cara menggosok gigi yang baik dan benar.

Ruang kelas sangat sederhana sekali, melihat kelas ini Mengingatkan betapa beruntungnya saya yang bisa bersekolah dengan fasilitas yang lebih dari cukup.

Ruang kelas sangat sederhana sekali, melihat kelas ini Mengingatkan betapa beruntungnya saya yang bisa bersekolah dengan fasilitas yang lebih dari cukup.

Papan Concert Cambodia

Papan Concert Cambodia

Lokasi Tempat

ConCERT Cambodia

Group 10, Phum Mondul 1
Svay Dankum Commune
306 Street 9
Krong Siem Reap 72000

Disana kami di beri penjelasan tentang aktivitas organisasi,Masalah yang ada baik kondisi finansial setiap anak-anak yang ada di tempat fasilitas organisasi serta masalah sosial.

Disana kami juga melakukan kegiatan mengajarkan origami kepada anak-anak serta bermain dengan mereka.

kegiatan berlangsung hanya setengah hari tapi benar-benar sesuatu yang berarti bagi saya dan teman-teman saya. Suatu saat ketika saya sudah bekerja dan bisa meluangkan waktu saya ingin sekali berkunjung kembali ke Kamboja.

Post saya mengenai Studi tour saya di hari keempat dan kelima sampai disini. selanjutnya saya akan membahas tour Angkor Watt di Post berikutnya.

Studi wisata Kamboja bagian ketiga (hari ketiga)

Kali ini saya mau menulis post lanjutan tentang studi wisata saya di Kamboja. Buat yang belum baca part satu dan part dua silahkan klik disini untuk bagian pertama dan disini untuk bagian kedua.

Pada hari ketiga ini saya masih berada di ibu kota Kamboja,Phnom penh. Kali ini saya menuju central market yaitu pasar tertua yang ada di Kamboja. Disana kami bukan bertujuan untuk shopping tetapi kami mau melakukan interview terhadap orang setempat mengenai mimpi mereka dan bagaimana mewujudkan mimpi mereka.

Untuk melakukan interview ini,kami benar-benar mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Ini dikarenakan ketidak mampuan kami berbahasa Khmer. Kami dibagi menjadi dua group dimana satu group didampingi dengan Penerjemah sedangkan group saya tidak didampingi dengan penerjemah karena kendala biaya yang sangat minim. Alhasil group saya harus bergantung 100% dengan bberkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Sangat sulit untuk mencari orang Kamboja yang bisa berbahasa Inggris. Walaupun kesusahan dalam komunikasi,kami berhasil mendapatkan testimoni dari orang setempat. Penjual disana banyak yang bisa berbahasa Inggris dan bahasa Jepang. Namun sayang kemampuan mereka terbatas pada level dasar saja. Sehingga untuk bercakap-cakap sangatlah susah.

Tempat kami melakukan interview

Tempat kami melakukan interview

Suasana di dalam old market

Suasana di dalam old market

Disini saya juga menemukan berbagai macam hal unik dan barang KW yang serba murah. Banyak jam Adidas yang unik dijual dengan harga sekitar IDR 50k serta ada juga barang-barang antik yang lain serta jajanan pasar. Awalnya saya ingin mencoba beberapa jajanan pasar yang ada disana namun Guru yang bertanggung jawab selama perjalanan saya disini menganjurkan supaya tidak jajan sembarangan karena tingkat kebersihan Jepang yanng tinggi pastilah teman saya orang Jepang yang lain akan mudah terserang sakit perut. Saya ketika mendengar larangan itu merasa sedikit tersinggung karena kualitas makanan di Kamboja sama dengan Indonesia. Tapi setelah dipikir pikir memang ada benarnya kata dari Professor seminar saya. Saya yang sudah 2 tahun tidak pulang ke Indonesia juga mengurungkan niat saya untuk jajan jajanan pasar. Tapi hanya satu yang buat saya tidak bisa untuk tidak jajan pasar,karena satu makanan ini benar-benar ingin saya coba dari dahulu. Mungkin pasti teman-teman pembaca merasa bahwa makanan yang akan saya makan ini adalah sesuatu yang sangat lezat yang tidak boleh terlewatkan,Namun yang saya ingin makan bukanlah makanan yang sangat lezat melainkan makanan yang unik. Makanan itu adalah Tumis Serangga dan Gorengan Serangga. Saya sudah memutuskan dari awal bahwa saya akan memakan `snack` satu ini setelah sampai di Kamboja. Di Kamboja hampir sama dengan Thailand ada Jajanan Unik yang terbuat dari serangga. Di Kamboja juga ada jajanan yang terbuat dari Laba-laba. Namun sayang makanan laba-laba ini tidak dijual di seluruh penjuru Kamboja melainkan dijual di kota lain yang saya belum sempat kunjungi.

Tumisan serangga ini punya cita rasa mirip dengan Tumis Kangkung.

Tumisan serangga ini punya cita rasa mirip dengan Tumis Kangkung.

Setelah melakukan interview di jalanan kami memutuskan untuk pergi ke Mall terbesar yang ada di Kamboja yaitu AEON mall. AEON mall adalah mall dengan developer dari Jepang dan sudah sangat terkenal diberbagai negara karena keberanian mereka memberikan service dan barang dengan harga yang mirip walaupun tak segila walmart.

Di Kamboja setahu saya Mall masih sedikit dan mungkin hanya Aeon Mall ini saja. Kalau di Indonesia sudah berapa ratus mall yang dibangun,buat saya bingung karena banyaknya Mall di Indonesia yang saya rasa terlalu luxury.

Mall Di Kamboja seperti ini.

Aeon Mall

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Bentuk pelayanan hampir sama dengan Jepang dicampur dengan pelayanan Restoran di Asia tenggara pada umumnya. Seperti Foodcourt dan beberapa space untuk anak.

Makanan yang saya pesan di Food court

Makanan yang saya pesan di Food court

Dessert ini mirip dengan es campur di Indonesia

Dessert ini mirip dengan es campur di Indonesia

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Setelah puas jalan-jalan di Aeon Mall dan kebetulan masih ada waktu yang tersisa kami memutuskan untuk mengunjungi Vihara (Mohon maaf saya lupa namanya). Disana kita melihat berbagai patung tradisional dan ada satu monumen dengan usia lebih dari 1000 Tahun.

Salah satu sisi Bangunan Vihara

Patung Dewa-Dewa Patung Dewa

Setelah selesai melihat-lihat kami putuskan untuk kembali ke Hotel dan mempersiapkan  barang kami karena kami nanti Jam 4 sore harus berangkat Menuju Siem Riep.  Perjalanan saya dan teman-teman di Pnhom Penh berakhir disini dan dilanjutkan dengan perjalanan Kami ke Siem Reap.

Untuk bagian siem reap akan saya tulis di post berikutnya.

Studi Wisata Kamboja Bagian 2 (Hari kedua)

Sambungan bagian 1 tentang pos studi wisata saya di Kamboja, kali ini saya mau menulis kegiatan hari pertama yang saya lakukan di Kamboja.

Di hari pertama ini saya mendapat kesempatan yang sangat unik dan berkesan buat saya karena hal yang saya lakukan hari ini merupakan salah satu hal yang tidak bisa didapat hanya dengan travelling. Kegiatan yang saya lakukan pada hari pertama ini adalah berkunjung ke Royal University of Phnom Penh, Aeon Mall & Tuol Sleng Genocide Museum. Sebelum masuk ke topik sesungguhnya sedikit foto pemasan buat teman-teman sekalian.

Phnom Penh di pagi hari.

Phnom Penh di pagi hari.

Sarapan pagi,sama seperti Indonesia. Nasi Goreng,Mie goreng,Telur asin,buah mangga,Pepaya!,Jus Jeruk

Sarapan pagi,sama seperti Indonesia. Nasi Goreng,Mie goreng,Telur asin,buah mangga,Pepaya!,Jus Jeruk

Ketika membaca tiga kegiatan yang saya lakukan pada hari itu pasti semua langsung kaget,kok ada acara berkunjung ke universitas?. Karena saya pergi untuk studi wisata jadi wajib untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan, Kunjungan saya ke Universitas Phnom Penh buat saya sadar akan satu hal yang mungkin tidak bisa saya sadari apabila tidak pergi ke Kamboja. Disana saya melakukan kegiatan culture exchange antara Kamboja dan Jepang. walaupun saya bukan orang Jepang saya coba menilai Kamboja dan Jepang dengan prespektif saya sendiri. Kegiatan diawali dengan presentasi perkenalan diri serta perkenalan negara Jepang dan kemudian presentasi perkenalan Kamboja. Semua dilakukan dalam Bahasa Jepang. Lagi-lagi satu hal yang buat saya kaget adalah kemampuan Sebagian besar murid Jurusan sastra Jepang Universitas Phnom Penh bukan di level menengah tapi sudah ke arah level tingkat atas. Di Indonesia juga saya rasa banyak yang punya kemampuan Bahasa Jepang cukup bagus tapi saya rasa mayoritas masih kurang mahir dibandingkan dengan mahasiswa Phnom Penh university. tentunya itu hanya pandangan saya semata karena saya tidak tahu seberapa banyak dan seberapa mahir orang Indonesia dalam berbahasa Jepang.  Ketika saya medengarkan presentasi dari mereka saya benar-benar terkejut dan merasa bahwa saya uang sudah hampir tiga tahun tinggal di Jepang masih dibawah mereka. Jadi malu sendiri. Sekilas kegiatan saya di Universitas seperti foto dibawah ini.

Salah satu bangunan yang ada di Phnom Penh

Salah satu bangunan yang ada di Phnom Penh

Gedung Kampus Phnom Penh University bagus,bersih dan juga asri banyak tanaman

Gedung Kampus Phnom Penh University bagus,bersih dan juga asri banyak tanaman

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Informasi mengenai event lengkap sekali.

Informasi mengenai event lengkap sekali.

Papan-2 Papan-3 Spanduk

Cosplay tarian sampai cosplay juga diadakan di Universitas Phnom Penh

Cosplay tarian sampai cosplay juga diadakan di Universitas Phnom Penh

Kebetulan Saya berkunjung kesana pada saat tanggal dekat-dekat dengan Hina Matsuri. Hiasan boneka Hina Matsuri juga sudah di display oleh Pihak Universitas,

Kebetulan Saya berkunjung kesana pada saat tanggal dekat-dekat dengan Hina Matsuri. Hiasan boneka Hina Matsuri juga sudah di display oleh Pihak Universitas,

Saya dan teman saya ikut mendengarkan presentasi secara seksama.

Saya dan teman saya ikut mendengarkan presentasi secara seksama.

Banyak buku dalam bahasa Jepang dari yang mudah sampai sangat susah untuk dimengerti.

Banyak buku dalam bahasa Jepang dari yang mudah sampai sangat susah untuk dimengerti.

Setelah melakukan kegiatan pertukaran budaya kita semua langsung pergi ke Kantin universitas buat mencoba masakan traditional kamboja. Makanan yang sempat saya coba adalah samlor kor ko dan Machu Kroung

Rasanya kental dengan lemak daging dan sayuran membuat rasanya mirip dengan soto kambing minus beberapa bumbu rempah-rempah

Rasanya kental dengan lemak daging dan sayuran membuat rasanya mirip dengan soto kambing minus beberapa bumbu rempah-rempah

Rasanya mirip dengan sayur asam.

Rasanya mirip dengan sayur asam.

Sehabis makan-makan sambil bincang-bincang saya dan teman seminar saya memutuskan untuk beranjak ke tempat lain. Kali ini mungkin tempat yang saya kunjungi bisa dibilang bukan tempat yang menyenangkan dan bisa dibilang tempat yang seram. Tempat ini merupakan tempat yang ingin saya bahas habis-habisan pada pos blog kali ini.

Saya peringatkan membaca bagian setelah ini bisa menganggu pikiran anda dan bersifat disturbing. Siapkan mental terlebih dahulu sebelum membaca bagian selanjutnya ini.

Bagi orang Indonesia Kamboja dikenal dengan negeri seribu pagoda yang mempunyai budaya mirip dengan Thailand,Laos dan Myanmar. Mungkin ada juga yang tahu tentang tentara Indonesia yang dikirim ke Kamboja dalam misi perdamaian. Saya rasa hal pertama adalah hal yang paling diketahui orang Indonesia dibandingkan hal kedua tentang misi Perdamaian. Di Kamboja sempat terjadi kerusuhan seperti kerusuhan PKI dan kerusuhan 1998 yang memaksa saya dan keluarga saya yang merupakan kaum tionghoa untuk berwaspada dan bahkan lari dari  Indonesia. Di Kamboja pula ada kerusuhan yang dibilang merupakan kerusuhan secara tidak langsung oleh partai komunis Kampuchea pada saat itu yang dipimpin oleh Pol pot. Untuk yang ingin tahu mengenai siapa itu Pol pot silahkan klik link ini. Partai Komunis kampuchea ini berhasil menyingkirkan raja Kamboja dari tahta kerajaan Kamboja dan menguasai Kamboja. Mereka merubah nama Kamboja menjadi Republik Demokratis Kampuchea. Tak hanya merubah nama saja,mereka juga mengubah seluruh sistem negara secara keseluruhan dari aspek ekonomi sampai sosial. Mereka ingin menciptakan negara agraris yang mampu mencukupi kebutuhan negeri mereka sendiri tanpa perlu bantuan external. Mereka menarik seluruh uang Kamboja yang beredar dipasaran,Menghapus sistem kepemilikan tanah pribadi dan menangkap orang-orang politik,orang kaya dan orang-orang yang mempunyai kelebihan khusus. Untuk mencapai ambisi mereka,Mereka membuat penduduk Kamboja yang hidup di kota seperti Phnom Penh untuk pergi bertani ke daerah pedesaan secara paksa atau kerja rodi. Karena banyak penduduk kota yang tidak tahu cara bertani bukannya mereka menghasilkan panen yang belimpah, yang terjadi adalah gagal panen yang mengakibatkan kelaparan. Pekerja rodi biasanya diberi makan bubur 3x sehari menjadi 2x sehari itu pun dicampur dengan jagung ketika kondisi kekurangan pangan sangatlah parah.

Sedikit penjelasan tentang latar belakang Kambojia yang suram,Kali ini saya berkesempatan berkunjung ke temoat yang menjadi salah satu saksi kekejaman orang- orang partai komunis rKampuchea yaitu S-21 Prison atau juga dikenal dengan nama Tuol Sleng Genocide Museum. Tempat ini merupakan tempat penyiksaan terhadap politikus,orang kaya,dan orang yang punya kelebihan khusus. Penyiksaan yang mereka lakukan menelan korban 2 juta jiwa lebih.Bukan Angka main-main untuk nyawa manusia.

Saya mulai dengan penampakan gedung luar

tampak luar saja sudah cukup seram dan buat saya merinding

tampak luar saja sudah cukup seram dan buat saya merinding

Gedung ini merupakan bekas sekolah dasar yang kemudian difungsikan menjadi tempat penyiksaan,benar-benar seram. Gedung dibagi menjadi beberapa tempat Gedung A,B,C,D Gedung A untuk tawanan eksklusif dan Gedung D untuk tawanan rendahan. Kondisinya sangat mengerikan dan mencekam. Ketika gedung ini ditemukan masih tersisa 14 manyat di dalam ruangan yang diperkirakan dibunuh sebelum Pol pot dikalahkan oleh Tentara Vietnam. Kondisi mayat dipublikasikan dan dipasang di ruangan masing-masing dimana mayat itu di temukan.

Ruangan di Gedung A

Ruangan gedung A masih terbilang luas dan untuk tawanan eksklusif.

Ruangan gedung A masih terbilang luas dan untuk tawanan eksklusif.

Alat untuk menyiksa.

Alat untuk menyiksa.

IMG_0305

Menurut penjelasan dari pemandu kotak yang ada di foto diatas digunakan untuk menampung kotoran manusia baik itu tinja maupun urin. Besi yang panjang digunakan untuk mensekap para tawanan agar tetap di ranjang. dan yang terakhir objek bulat adalah piring untuk makan. Perlakuan seperti binatang.

Kotak tinja diatas apabila penuh dibawah ke lapangan alun-alun disana ada bekas kayu yang digunakan anak kecil bermain ayunan dan dibawahnya ditaruh pot atau kendi yang sangat besar.

Ayunan

Isi kotak tinja akan dimasukan di dalam kendi besar tersebut dan digunakan sebagai salah satu alat penyiksa, Tawanan akan digantung kemudian di naik turunkan ke dalam kendi seperti teh celup yang dinaik turunkan hingga tak sadar, kemudian disiram air agar sadar kembali dan disiksa hingga meninggal.

Berikut dibawah ini foto Gedung B,C,D dan beberapa hal mengerikan yang saya rasa tak perlu saya bahas lagi.

IMG_0350 IMG_0351 IMG_0369 IMG_0370 IMG_0371  IMG_0377 IMG_0384 IMG_0386 IMG_0387 IMG_0388 IMG_0389 IMG_0390 IMG_0391 IMG_0393 IMG_0394 IMG_0396 IMG_0397 IMG_0398 IMG_0399 IMG_0430 IMG_0433

Benar-benar tindakan yang tidak manusiawi. Saya juga sempat mengambil gambar beberapa kondisi beberapa gambar dari 14 mayat yang tersisa di gedung tersebut pada saat ditemukan. Sekali lagi jangan diterukskan  apabila anda tidak siap mental.

Baca lebih lanjut