Pengalaman pertama snowboarding

Halo guys,lama saya tidak pos di blog ini. sebetulnya niat untuk sering-sering update blog tapi ya gitu deh,banyak hal yang harus diprioritasin sehingga jadi gak sempat kepikiran untuk ngepos blog.

Kali ini aku mau ngebahas tentang snow boarding di Jepang. buat kamu yang belum tahu aktivitas snow boarding itu seperti apa, google dulu ya.

Aku pertama kali snow boarding 1 bulan yang lalu, tepatnya bulan Februari. Diajak teman-teman tempat kerja untuk snow boarding. Saya juga gak pernah nyoba aktivitas snow board jadi iseng-iseng untuk ikutan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tokyo Game Show 2017

Halo semuanya lama tidak menulis blog lagi,kali ini saya mau post mengenai Tokyo game show 2017. Post random sekali sih tapi siapa tahu ada yang minat dan suka dengan console game ataupun casual game yang ada di smartphone.

IMG_5441.jpg

Tokyo game show 2017 diadakan selama 4 hari Sabtu dan minggu pertama untuk business jadi untuk pihak atau individual yang berniat untuk menjalankan Content Business. Sedangkan 2 hari terakhiryaitu sama juga Sabtu dan Minggu di minggu berikutnya merupakan 一般公開日(ippan koukaibi)yang artinya terbuka untuk umum. Saya kebetulan mengunjungi hari minggu dan sangat rame sekali,banyak turis mancanegara dan orang Jepang juga yang antusias untuk dating ke Tokyo game show.

 

Banyak sekali booth yang akan memberi pengumuman tentang game-game baru mereka yang akan dirilis akhir tahun ini atau tahun depan. Tentu kali ini juga yang paling banyak menarik perhatian yaitu VR atau Virtual Reality,di kesempatan kali ini saya juga ikut mencoba VR. Kesan saya sih ada beberapa game yang memang benar-benar membuat kita merasa ada di dunia game tersebut tapi kebanyakan game yang dari indie developer terasa masih kurang smooth dan kadang-kadang ada yang trouble seperti control tidak bergerak dan sebagainya.

 

Oh ya di Tokyo game show kali ini ada juga booth dari mancanegara, Indonesia pun juga ikut dalam Tokyo game show ini. Saya tidak sempat untuk ngobrol dengan pemilik booth tapi sekilas ketika melihat booth mereka, game yang dibuat sudah termasuk grafik yang cukup bagus. Indonesia juga banyak berkaya di industry Video game sekarang. Selain itu ada booth Malaysia dan India juga. Setelah dilihat lihat booth Indonesia paling banyak pengunjungnya lho .

 

Kalau Tokyo game show itu hal paling menyenangkan selain bias mencoba game terbaru dan tahu jadwal rilis game tersebut, kita juga bias dapat berbagai macam merchandise atau kita bisa beli barang limited edition di booth penjualan. Walaupun tidak sempat banyak mencoba beberapa game, saya pulang dengan banyak merchandise simple yang tentunya gratis. Seperti bag,Clear File,Post it.

Lumayan sekali karena tiket masuk Tokyo game show hanya 1000 yen saja sekitar 100ribuan lebih kalua di rupiahkan. Berikut ini ada beberapa foto  yang saya ambil sewaktu mengunjungi Tokyo game show.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Gimana? keren kan? Ayo ikut tahun depan! see you di Tokyo game show 2018

 

 

Taiwan Trip! Day 1

Lama tidak pos lagi. Blog yang saya rencanakan untuk di update setiap minggu selalu gagal. Memang benar kata orang susah untuk memulai sesuatu termasuk memulai untuk menulis artikel baru.

Tahun ini saya masuk tahun ketiga sejak berkuliah di Jepang. Sekarang Universitas di Jepang masuk liburan musim semi yang umumnya antara bulan Februari sampai Maret. Lumayan cukup panjang sekitar 2 bulan. Liburan kali ini tidak saya sia-siakan karena tahun pertama dan kedua liburan musim semi saya hampir semuanya saya sia-siakan hanya untuk bekerja part time job. Maklum saya menutupi biaya sekolah disini sendirian tanpa bantuan orang tua. Liburan musim semi ini kali ini saya putuskan pulang ke Indonesia karena sudah tidak pulang lebih dari 2 tahun. Kemudian saya kembali lagi ke Jepang bulan Maret. Karena masih ada waktu sisa saya putuskan untuk berlibur kali ini. biasanya saya bekerja part time saja tapi karena monotone saya akhirnya putuskan untuk berlibur. Tahun ini saya juga masuk semester 5 kuliah di Jepang jadi sudah tidak ada waktu lagi untuk berlibur kecuali liburan musim semi kali ini. Berhubung posisi Jepang yang strategis dekat dengan negara yang bagus-bagus seperti Korsel dan Taiwan, saya berpikir untuk pergi ke negara- negara tersebut selagi masih di Jepang. Awalnya saya berencana ke Korea karena ada paket Tour yang sangat murah sekali dari Jepang sekitar 21000 Yen tapi saya urungkan karena Teman barengan saya sudah pergi ke korsel. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Taiwan sekalian hitung-hitung melatih bahasa Mandarin yang baru saya pelajari.

Kami berangkat dari Haneda airport ke Taoyuan. Karena pesawat berangkat malam kami memutuskan untuk bermalam di Haneda airport. FYI Airport di Jepang untuk daerah Tokyo hanya Haneda saja Narita tidak buka 24 Jam. Kami berangkat dari Jepang ke Taiwan dan sampai di Taoyuan airport Jam 8:30 kurang lebih. Setelah menukar uang (rate taoyuan airport lebih bagus dari bank Indonesia maupun Jepang), membeli kartu sim unlimited internet 3 hari seharga 300 NTD kami langsung pergi menuju Taipei main station.  Harga ticket dari bandara sampai Taipei Main Station 120 NTD per orang. Dari stasiun taipei kita bisa menuju ke berbagai tempat spot popular yang ada. Ketika sampai di Taipei Main Station sudah sekitar jam 12 an. Kami memutuskan untuk makan di food court yang ada di stasiun namanya Taiwan breeze (微風廣場).

 

IMG20160309095826

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

IMG20160309100111

Interior Bus, Bersih & Nyaman

IMG20160309100121

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

 

IMG20160309110523

Lunch 

Setelah selesai makan saya menuju ke hotel untuk cek in terlebih dahulu sebelum jalan-jalan ke tempat lain. Langsung saja saya pergi untuk membeli ticket tapi makhlum tidak pernah membeli ticket di taiwan serta menggunakan vending machine yang bisa dibilang masih model lawas akibatnya ada sebuah happening yang tak terduga. Pernah saya menginap dibagian paling utara Taiwan yaitu kota Keelung (基隆)karena kota keelung lumayan terkenal saya berpikir untuk membeli ticket kereta express saja daripada local yang berhenti di setiap stasiun. Salah kaprah saya inilah yang membuat happening, pertama mesin tiket TRA Taiwan adalah model lama yang hanya bisa menerima uang koin saja. Saya pergi menukarkan uang kertas saya jadi koin dengan vending machine kemudian mulai “utak-atik” tombol mesin tiket. Saya lakukan pertama yaitu menekan tombol jumlah orang kemudian karena saya berpikir keelung lumayan besar pasti kereta express juga berhenti, saya pilih Rapid. Sejauh ini masih tidak masalah tapi setelah itu happening terjadi. Saya memasukan koin dengan jumlah yang tertera tapi tiket tidak keluar, saya dan teman saya berpikir bahwa pasti uang yang saya masukkan masih kurang. Kemudian saya masukan koin lagi tapi tiket tidak keluar karena panik saya tambahkan koin terus dan tanpa disadari berapa kali koin sudah saya masukkan tapi tiket tidak keluar-keluar juga dan malah mesin vending machine ticket berbunyi seperti suara peringatan yang cukup kencang. Saya dan teman saya juga bingung tapi untungnya saya bisa menghubungi pegawai dengan intercom walaupun pegaiwanya agak dengan muka setengah marah beliau mau mengeluarkan uang koin yang saya masukan dan memilih tiket kereta menuju keelung. Ternyata Kereta Lokal saja yang berhenti di Keelung! Ingat ya buat teman-teman yang mau wisata ke Taiwan.

Setelah happening terjadi akhirnya kita bisa naik kereta lokal menuju ke keelung.

IMG20160309130734

Bus Dari Bandara ke stasiun taipei

 

Setelah sampai kami menuju ke hotel yang saya booking lewat expedia dengan harga JPY 6000. Agak jauh dari stasiun sekitar 15 menit. Nama hotelnya keelung imperial hotel (華國商務飯店) Kalau cuman untuk tidur saja lumayan menurut saya, sayangnya tekanan air shower kurang seberapa kuat. oh ya waktu saya breakfast disana ada salah satu staff orang Indonesia! Mungkin yang khawatir ada apa-apa dan tidak bisa bahasa mandarin menginap disini juga lumayan menurut saya. Tempatnya juga dekat dengan Miao Kou night market.

Setelah cek-in,menaruh barang dan membersihkan diri saya menuju kembali ke stasiun taipei untuk jalan-jalan. Tempat yang saya tujuh pertama yaitu chiang kai-shek memorial hall buat yang pengen tahu sejarah tempat ini google sendiri ya. Tempat ini terkenal dengan bangunan putih dan aula serta penjaga manusia bukan patung yang berdiri nonstop disana.

Waktu saya kesana cuaca sedang hujan sehingga hasil foto kurang bagus tapi saya rasa tempat ini sangat bagus dan terlihat megah waktu cuaca cerah. Setelah puas berfoto-foto ria saya memutuskan bersama teman saya menuju ke tempat favorit semua orang yaitu Taipei101! dan bertemu dengan teman dari teman saya orang Taiwan.  Sayang di Taipei101 cuaca tidak membolehkan untuk foto diluar,jadi kami habiskan untuk shopping saja. Taipei101 ternyata bussiness centre dan mall. tidak ada hal yang “istimewa” di dalamnya selain tower yang jadi landmark.  Setelah bertemu dengan teman Taiwan saya diajak ke Shilin Night Market (士林夜市), Night Market terbesar di Taiwan!  Makanan sampai barang pernak pernik semua ada disana.

Langsung saja di Shilin saya memulai wisata kuliner masakan Taiwan, Pertama Stinky Tofu (臭豆腐) Tofu yang difermentasi sehingga menghasilkan bau yang kurang sedap tapi setelah mencicipi bagi orang Indonesia baunya tidak terlalu menyengat malahan sambal terasi lebih menyengat baunya dibandingkan Stinky Tofu. Untuk rasa sayangnya saya kurang suka karena rasanya tidak kental. Setelah stinky tofu saya coba Chicken Katsu (Padahal makanan Jepang), Strawberry Candy dan terakhir beraneka makanan yang dipesan oleh teman Taiwan saya. Makanan yang saya ingat hanya misua,Capjay,fuyunghai sisanya saya tidak ingat. Makanan begitu banyaknya sangat murah sekali di Taiwan daripada di Indonesia apalagi Jepang.

Setelah puas Makan saya lanjutkan membeli kaos untuk souvenir dan kemudian pulang kembali ke Hotel untuk istirahat buat menghadapi tantangan dan “happening” yang tak terduga.

 

Studi wisata Kamboja bagian ketiga (hari ketiga)

Kali ini saya mau menulis post lanjutan tentang studi wisata saya di Kamboja. Buat yang belum baca part satu dan part dua silahkan klik disini untuk bagian pertama dan disini untuk bagian kedua.

Pada hari ketiga ini saya masih berada di ibu kota Kamboja,Phnom penh. Kali ini saya menuju central market yaitu pasar tertua yang ada di Kamboja. Disana kami bukan bertujuan untuk shopping tetapi kami mau melakukan interview terhadap orang setempat mengenai mimpi mereka dan bagaimana mewujudkan mimpi mereka.

Untuk melakukan interview ini,kami benar-benar mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Ini dikarenakan ketidak mampuan kami berbahasa Khmer. Kami dibagi menjadi dua group dimana satu group didampingi dengan Penerjemah sedangkan group saya tidak didampingi dengan penerjemah karena kendala biaya yang sangat minim. Alhasil group saya harus bergantung 100% dengan bberkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Sangat sulit untuk mencari orang Kamboja yang bisa berbahasa Inggris. Walaupun kesusahan dalam komunikasi,kami berhasil mendapatkan testimoni dari orang setempat. Penjual disana banyak yang bisa berbahasa Inggris dan bahasa Jepang. Namun sayang kemampuan mereka terbatas pada level dasar saja. Sehingga untuk bercakap-cakap sangatlah susah.

Tempat kami melakukan interview

Tempat kami melakukan interview

Suasana di dalam old market

Suasana di dalam old market

Disini saya juga menemukan berbagai macam hal unik dan barang KW yang serba murah. Banyak jam Adidas yang unik dijual dengan harga sekitar IDR 50k serta ada juga barang-barang antik yang lain serta jajanan pasar. Awalnya saya ingin mencoba beberapa jajanan pasar yang ada disana namun Guru yang bertanggung jawab selama perjalanan saya disini menganjurkan supaya tidak jajan sembarangan karena tingkat kebersihan Jepang yanng tinggi pastilah teman saya orang Jepang yang lain akan mudah terserang sakit perut. Saya ketika mendengar larangan itu merasa sedikit tersinggung karena kualitas makanan di Kamboja sama dengan Indonesia. Tapi setelah dipikir pikir memang ada benarnya kata dari Professor seminar saya. Saya yang sudah 2 tahun tidak pulang ke Indonesia juga mengurungkan niat saya untuk jajan jajanan pasar. Tapi hanya satu yang buat saya tidak bisa untuk tidak jajan pasar,karena satu makanan ini benar-benar ingin saya coba dari dahulu. Mungkin pasti teman-teman pembaca merasa bahwa makanan yang akan saya makan ini adalah sesuatu yang sangat lezat yang tidak boleh terlewatkan,Namun yang saya ingin makan bukanlah makanan yang sangat lezat melainkan makanan yang unik. Makanan itu adalah Tumis Serangga dan Gorengan Serangga. Saya sudah memutuskan dari awal bahwa saya akan memakan `snack` satu ini setelah sampai di Kamboja. Di Kamboja hampir sama dengan Thailand ada Jajanan Unik yang terbuat dari serangga. Di Kamboja juga ada jajanan yang terbuat dari Laba-laba. Namun sayang makanan laba-laba ini tidak dijual di seluruh penjuru Kamboja melainkan dijual di kota lain yang saya belum sempat kunjungi.

Tumisan serangga ini punya cita rasa mirip dengan Tumis Kangkung.

Tumisan serangga ini punya cita rasa mirip dengan Tumis Kangkung.

Setelah melakukan interview di jalanan kami memutuskan untuk pergi ke Mall terbesar yang ada di Kamboja yaitu AEON mall. AEON mall adalah mall dengan developer dari Jepang dan sudah sangat terkenal diberbagai negara karena keberanian mereka memberikan service dan barang dengan harga yang mirip walaupun tak segila walmart.

Di Kamboja setahu saya Mall masih sedikit dan mungkin hanya Aeon Mall ini saja. Kalau di Indonesia sudah berapa ratus mall yang dibangun,buat saya bingung karena banyaknya Mall di Indonesia yang saya rasa terlalu luxury.

Mall Di Kamboja seperti ini.

Aeon Mall

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Bentuk pelayanan hampir sama dengan Jepang dicampur dengan pelayanan Restoran di Asia tenggara pada umumnya. Seperti Foodcourt dan beberapa space untuk anak.

Makanan yang saya pesan di Food court

Makanan yang saya pesan di Food court

Dessert ini mirip dengan es campur di Indonesia

Dessert ini mirip dengan es campur di Indonesia

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Setelah puas jalan-jalan di Aeon Mall dan kebetulan masih ada waktu yang tersisa kami memutuskan untuk mengunjungi Vihara (Mohon maaf saya lupa namanya). Disana kita melihat berbagai patung tradisional dan ada satu monumen dengan usia lebih dari 1000 Tahun.

Salah satu sisi Bangunan Vihara

Patung Dewa-Dewa Patung Dewa

Setelah selesai melihat-lihat kami putuskan untuk kembali ke Hotel dan mempersiapkan  barang kami karena kami nanti Jam 4 sore harus berangkat Menuju Siem Riep.  Perjalanan saya dan teman-teman di Pnhom Penh berakhir disini dan dilanjutkan dengan perjalanan Kami ke Siem Reap.

Untuk bagian siem reap akan saya tulis di post berikutnya.

Berkunjung ke Gerai Kitkat di Ikebukuro

Post kali ini saya ingin membuat review tentang gerai kitkat. Semua teman Indonesia pasti sudah tahu kan dengan kitkat alias snack wafer berlapis coklat buatan nestle perusahaan asal swiss? pasti semuanya sudah tahu. apalagi akhir-akhir booming di Indonesia dengan kehadiran kitkat Green Tea Versi Jepang yang bisa dibeli dengan harga kurang dari 100 ribu di Indonesia.

Di Jepang juga kitkat sangatlah terkenal dan merupakan salah satu snack yang disukai semua kalangan usia,di Jepang sendiri rasa kitkat sangatlah beraneka ragam. Setahu saya ada varian rasa BBQ,Cheese,Sakura,Strawberry,Green Tea (Matcha/抹茶) dan varian standar coklat. Kalau di supermarket memang sedikit yang dijual adalah rasa tersebut tapi kalau anda berkunjung ke Gerai kitkat yang ada di Ikebukuro maka anda akan merasakan rasa kitkat yang beda dari biasanya. Gerai kitkat yang ada di ikebukuro ini bergabung dengan stasiun JR Line Ikebukuro yang juga gedung dari Mall Seibu penyedia barang sehari-hari sampai brand semacam prada,GAP dan lain-lain.

Cerita berawal dari teman saya waktu SMA datang dalam rangka Exchange ke salah satu universitas di Jepang,Bersama Teman saya,saya jadi hunting supermarket yang menjual lengkap produk varian kitkat karena toko biasa hanya menjual maccha atau green tea dan rasa standar coklat pada umumnya. Teman saya dengar kalau ada Gerai kitkat di Ikebukuro,sekalian melihat-lihat Barang elektronik sekalian kami pergi untuk hunting kitkat.

Gerai kitkat sendiri yang berada di seibu tidaklah terlalu besar ukurannya sangat kecil semacam stand kiosk yang ada di stasiun Jepang pada umumnya. Namun yang unik dari Gerai kitkat ini adalah desain gerai yang serba kitkat dan juga varian kitkat yang mereka jual. Di Gerai ini Mereka menjual kitkat dengan varian yang unik yang tidak bisa di dapat di supermarket biasa. seperti Kitkat dengan dengan isi wine dibagian dalamnya, kitkat rasa jeruk,dan berbagai macam jenis lain yang tidak bisa dibeli disupermarket biasa. Kitkat yang ada di sini semua dikemas dalam kotak yang rapi dan cantik yang menyajikan kesan elegan dan mahal. Menurut saya Jumlah barang yang mereka Jual tidak terlalu banyak dan harganya berkisar dari 300-1200 Yen. Cukup mahal tapi karena keunikannya harga tersebut tidak terasa bagi orang yang suka dengan kitkat. Sayang saya tidak terlalu suka coklat dan kitkat yang dicari teman saya bukanlah kitkat yang semacam itu tetapi kitkat regular,sehingga kami tidak membeli apapun.

Penampakan Gerai dari Luar yang terkesan Elegan

Penampakan Gerai dari Luar yang terkesan Elegan

Selain menjual Varian kitkat yang unik,di bagian salah satu etalase terdapat juga desain kitkat dari tahun ketahun,kita yang di indonesia pasti merasa bahwa desain kitkat hanya satu atau dua saja tapi ternyata desain kitkat sangatlah banyak dan berganti setiap waktu ke waktu.

Ini desain kitkat untuk Jepang pada saat ini.

Ini desain kitkat untuk Jepang pada saat ini.

Desain kitkat tahun 1958-1973 (Kertas Putih) 1988-1990 (Kertas coklat)

Desain kitkat tahun 1958-1973 (Kertas Putih)
1988-1990 (Kertas coklat)

Snack yang sudah hadir sejak jaman perang

Snack yang sudah hadir sejak jaman perang

Bagaimana? tertarik untuk berkunjung? semoga bisa menambah pengetahuan tentang sejarah snack satu ini 🙂
Setelah kemarin mengunjungi gerai ini saya juga tergiur untuk memulai bisnis menjual kitkat ke Indonesia. Ada yang mau Join jadi partner saya? 🙂