Taiwan Trip! Day 2

Lama tidak tulis pos blog lagi. Kali ini saya mau menulis lagi lanjutan trip ke Taiwan saya. Buat yang masih belum baca part pertama klik link ini supaya ceritanya nyambung.

Kali ini di hari kedua saya pergi mengunjungi Rainbow Village (彩虹眷村) yang ada di taichung(臺中). Rainbow Village ini terkenal karena warna warni tembok dan aspal tempat tersebut. Sebetulnya tempat ini terletak diarea tempat para veteran tentara Taiwan tinggal, tapi karena mau di redevelopment tempat ini terancam dirobohkan tapi salah satu veteran Taiwan melukis di tembok dan lantai tempat ini menghasilkan warna warni yang unik seperti pelangi. alhasil tempat ini jadi tempat tongkrongan dan landmark oleh penduduk sekitar dan ujungnya juga jadi perhatian wisatawan mancanegara,tempatnya menurut saya biasa saja tapi ada pelukis veteran Taiwan yang memang tinggal disana dan menjual souvenir. Mungkin disana kita bisa bicara macam-macam soal rainbow village dan sejarahnya serta membeli souvenir. Sayangnya saya tidak berbicara dengan beliau karena bahasa Mandarin saya yang masih belepotan jadi masih kurang percaya diri.

Oh ya,tempat ini aksesnya agak sulit menurut saya, dari Taipei stasiun saya naik HSR (Bullet Train mirip dengan shinkansen Jepang) menuju ke Taichung tapi turun di xin wuri. Ticket HSR agak mahal sekitar 600NTD untuk sekali jalan. FYI  dengar-dengar kalau pesan tiket online beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya bisa ada kemungkinan dapat diskon tiket.

Ticket HSR Taipei -Taichung

Setelah sampai di xinwuri yang kurang lebih memakan waktu satu jam setengah, kami memutuskan untuk membeli makan siang di convenient  store terdekat. Setelah itu muncul “happening” lagi yaitu saat kita mau menuju ke rainbow village,kita tidak tahu arah sama sekali. Ketika tanya di kounter bus pertama kita malah tidak dihiraukan oleh staff kounter yang menurut saya perlakuan yang sangat disayangkan dan konyol karena staff kounter seharusnya melayani tapi tidak digubris, tapi untungnya disana ada kounter lain dan staff kounter disana mau menberi tahu walaupun tidak jelas secara detail tapi kami merasa mendapat hint untuk bisa ke rainbow village. Setelah menemukan halte bus menuju ke rainbow village masih ada “happening” lagi. Mungkin kami yang terbiasa dengan service bus jepang yang super bagus itu membuat kami shock dengan service bus Taiwan. Pertama  biasanya kalau ada penumpang naik bus baru mulai berjalan ketika semua penumpang telah duduk atau berpegangan. Tapi kami kaget yaitu ketika kami naik,pintu langsung ditutup dan tanpa menunggu penumpang duduk,bus langsung jalan. Teman saya sudah duduk untungnya,hanya saya saja yang belum duduk dan hampir jatuh di dalam bus karena bus mendadak berjalan. Begitu pula ketika kami turun, belum selesai turun bus sudah mau bergerak kembali. Sungguh service yang disayangkan menurut saya. 

Rute bus arah Rainbow Village

Setelah melalui “happening” diatas kami akhirnya sampai di rainbow village yang hanya sekitar 10 menit dari halte bus. Overall  rainbow village menurut saya sangatlah unik tapi sayang lokasinya terlalu kecil dan terlihat masih kurang populer. Untuk datang jauh-jauh dari Taipei ke Taichung saya rasa kurang “worth it”. 

 Setelah berfoto ria disana kami langsung kembali ke Taipei dengan HSR . Sebetulnya masih ingin mengunjungi tempat lain tapi karena waktu yang mepet karena ingin ke jiefun kami langsung balik ke Taipei. Sayang ujung-ujungya kami tidak jadi ke jiefun. 

 Setibanya di taipei,kita menghabiskan waktu di ximending (西門町)yaitu tempat para muda-mudi taiwan berkumpul,semacam Harajuku tapi versi Taiwan disana kita menghabiskan waktu membeli souvenir dan jalan-jalan. Awalnya cuman niat satu jam di ximending kemudian ke jiefun tapi setelah dipikir lagi waktu keberangkatan kembali ke Jepang nantinya juga mepet,akhirnya kami mengurungkan niat kesana. Sungguh sayang sekali tapi tidak apa karena berarti saya harus ke Taiwan lagi biar kesampaian. 

Setelah menghabiskan waktu di Ximending kami balik ke Taipei dan langsung naik bus ke airport dan kembali ke Jepang. 

Iklan