Study wisata hari terakhir (Angkor Watt)

Post kali ini jadi post final saya mengenai studi wisata saya di Kamboja.

Hari terakhir tidak banyak yang saya lakukan dan hanya mengungjungi Angkor Watt saja. Banyak sekali yang sudah tahu tentang Angkor Watt terutama orang Indonesia pasti langsung berpikir bahwa Angkor Watt mirip dengan Borobudur. Memang benar secara struktur Angkor Watt mirip dengan Borobudur. Dari segi luas Angkor Watt memang benar-benar sangat luas sekali. Peninggalan kerajaan Khmer berbentuk sangat utuh dan jelas sekali. Bangunan dan besarnya Angkor Watt membuat saya kagum karena hanya berada disana saja, Saya bisa merasakan bahwa memang ada kehidupan di masa lalu yang sangat berbeda dari cara hidup kita saat ini.

Saya berangkant ke Angkor Watt mulai pagi sekitar pukul 5 pagi untuk melihat Matahari terbit dari Angkor Watt. Kami datang kesana langsung membeli tiket. Disana kami membayar 20 Dollar untuk tiket masuk yang valid selama satu hari. Foto wajah juga diambil dan di print ke ticket untuk mempermudah validasi karena memang jumlah site Angkor Watt berpisahan satu sama lain.

Ticket masuk Angkor Watt. Foto kurang bagus karena kurang pencahayaan.

Ticket masuk Angkor Watt. Foto kurang bagus karena kurang pencahayaan.

Setelah membeli tiket saya langsung kembali ke bus untuk pergi ke titik pusat Angkor Watt. Setelah saya sampai disana saya kagum dengan kemegahan Angkor Watt karena bentuknya sudah bukan sebuah bangunan tetapi merupakan suatu kompleks seperti apa yang saya bayangkan tentang kerajaan kecil yang muncul di cerita dongeng. Jembatan tradisional untuk masuk ke pintu gerbang,patung-patung serta relief sangatlah artistik menggambarkan masa kejayaan kerajaan Khmer. Baca lebih lanjut

Iklan