Studi wisata Kamboja bagian ketiga (hari ketiga)

Kali ini saya mau menulis post lanjutan tentang studi wisata saya di Kamboja. Buat yang belum baca part satu dan part dua silahkan klik disini untuk bagian pertama dan disini untuk bagian kedua.

Pada hari ketiga ini saya masih berada di ibu kota Kamboja,Phnom penh. Kali ini saya menuju central market yaitu pasar tertua yang ada di Kamboja. Disana kami bukan bertujuan untuk shopping tetapi kami mau melakukan interview terhadap orang setempat mengenai mimpi mereka dan bagaimana mewujudkan mimpi mereka.

Untuk melakukan interview ini,kami benar-benar mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Ini dikarenakan ketidak mampuan kami berbahasa Khmer. Kami dibagi menjadi dua group dimana satu group didampingi dengan Penerjemah sedangkan group saya tidak didampingi dengan penerjemah karena kendala biaya yang sangat minim. Alhasil group saya harus bergantung 100% dengan bberkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Sangat sulit untuk mencari orang Kamboja yang bisa berbahasa Inggris. Walaupun kesusahan dalam komunikasi,kami berhasil mendapatkan testimoni dari orang setempat. Penjual disana banyak yang bisa berbahasa Inggris dan bahasa Jepang. Namun sayang kemampuan mereka terbatas pada level dasar saja. Sehingga untuk bercakap-cakap sangatlah susah.

Tempat kami melakukan interview

Tempat kami melakukan interview

Suasana di dalam old market

Suasana di dalam old market

Disini saya juga menemukan berbagai macam hal unik dan barang KW yang serba murah. Banyak jam Adidas yang unik dijual dengan harga sekitar IDR 50k serta ada juga barang-barang antik yang lain serta jajanan pasar. Awalnya saya ingin mencoba beberapa jajanan pasar yang ada disana namun Guru yang bertanggung jawab selama perjalanan saya disini menganjurkan supaya tidak jajan sembarangan karena tingkat kebersihan Jepang yanng tinggi pastilah teman saya orang Jepang yang lain akan mudah terserang sakit perut. Saya ketika mendengar larangan itu merasa sedikit tersinggung karena kualitas makanan di Kamboja sama dengan Indonesia. Tapi setelah dipikir pikir memang ada benarnya kata dari Professor seminar saya. Saya yang sudah 2 tahun tidak pulang ke Indonesia juga mengurungkan niat saya untuk jajan jajanan pasar. Tapi hanya satu yang buat saya tidak bisa untuk tidak jajan pasar,karena satu makanan ini benar-benar ingin saya coba dari dahulu. Mungkin pasti teman-teman pembaca merasa bahwa makanan yang akan saya makan ini adalah sesuatu yang sangat lezat yang tidak boleh terlewatkan,Namun yang saya ingin makan bukanlah makanan yang sangat lezat melainkan makanan yang unik. Makanan itu adalah Tumis Serangga dan Gorengan Serangga. Saya sudah memutuskan dari awal bahwa saya akan memakan `snack` satu ini setelah sampai di Kamboja. Di Kamboja hampir sama dengan Thailand ada Jajanan Unik yang terbuat dari serangga. Di Kamboja juga ada jajanan yang terbuat dari Laba-laba. Namun sayang makanan laba-laba ini tidak dijual di seluruh penjuru Kamboja melainkan dijual di kota lain yang saya belum sempat kunjungi.

Tumisan serangga ini punya cita rasa mirip dengan Tumis Kangkung.

Tumisan serangga ini punya cita rasa mirip dengan Tumis Kangkung.

Setelah melakukan interview di jalanan kami memutuskan untuk pergi ke Mall terbesar yang ada di Kamboja yaitu AEON mall. AEON mall adalah mall dengan developer dari Jepang dan sudah sangat terkenal diberbagai negara karena keberanian mereka memberikan service dan barang dengan harga yang mirip walaupun tak segila walmart.

Di Kamboja setahu saya Mall masih sedikit dan mungkin hanya Aeon Mall ini saja. Kalau di Indonesia sudah berapa ratus mall yang dibangun,buat saya bingung karena banyaknya Mall di Indonesia yang saya rasa terlalu luxury.

Mall Di Kamboja seperti ini.

Aeon Mall

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Bentuk pelayanan hampir sama dengan Jepang dicampur dengan pelayanan Restoran di Asia tenggara pada umumnya. Seperti Foodcourt dan beberapa space untuk anak.

Makanan yang saya pesan di Food court

Makanan yang saya pesan di Food court

Dessert ini mirip dengan es campur di Indonesia

Dessert ini mirip dengan es campur di Indonesia

Mengingatkan saya dengan mall Indonesia

Setelah puas jalan-jalan di Aeon Mall dan kebetulan masih ada waktu yang tersisa kami memutuskan untuk mengunjungi Vihara (Mohon maaf saya lupa namanya). Disana kita melihat berbagai patung tradisional dan ada satu monumen dengan usia lebih dari 1000 Tahun.

Salah satu sisi Bangunan Vihara

Patung Dewa-Dewa Patung Dewa

Setelah selesai melihat-lihat kami putuskan untuk kembali ke Hotel dan mempersiapkan  barang kami karena kami nanti Jam 4 sore harus berangkat Menuju Siem Riep.  Perjalanan saya dan teman-teman di Pnhom Penh berakhir disini dan dilanjutkan dengan perjalanan Kami ke Siem Reap.

Untuk bagian siem reap akan saya tulis di post berikutnya.

Iklan