Studi Wisata Kamboja Bagian 2 (Hari kedua)

Sambungan bagian 1 tentang pos studi wisata saya di Kamboja, kali ini saya mau menulis kegiatan hari pertama yang saya lakukan di Kamboja.

Di hari pertama ini saya mendapat kesempatan yang sangat unik dan berkesan buat saya karena hal yang saya lakukan hari ini merupakan salah satu hal yang tidak bisa didapat hanya dengan travelling. Kegiatan yang saya lakukan pada hari pertama ini adalah berkunjung ke Royal University of Phnom Penh, Aeon Mall & Tuol Sleng Genocide Museum. Sebelum masuk ke topik sesungguhnya sedikit foto pemasan buat teman-teman sekalian.

Phnom Penh di pagi hari.

Phnom Penh di pagi hari.

Sarapan pagi,sama seperti Indonesia. Nasi Goreng,Mie goreng,Telur asin,buah mangga,Pepaya!,Jus Jeruk

Sarapan pagi,sama seperti Indonesia. Nasi Goreng,Mie goreng,Telur asin,buah mangga,Pepaya!,Jus Jeruk

Ketika membaca tiga kegiatan yang saya lakukan pada hari itu pasti semua langsung kaget,kok ada acara berkunjung ke universitas?. Karena saya pergi untuk studi wisata jadi wajib untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan, Kunjungan saya ke Universitas Phnom Penh buat saya sadar akan satu hal yang mungkin tidak bisa saya sadari apabila tidak pergi ke Kamboja. Disana saya melakukan kegiatan culture exchange antara Kamboja dan Jepang. walaupun saya bukan orang Jepang saya coba menilai Kamboja dan Jepang dengan prespektif saya sendiri. Kegiatan diawali dengan presentasi perkenalan diri serta perkenalan negara Jepang dan kemudian presentasi perkenalan Kamboja. Semua dilakukan dalam Bahasa Jepang. Lagi-lagi satu hal yang buat saya kaget adalah kemampuan Sebagian besar murid Jurusan sastra Jepang Universitas Phnom Penh bukan di level menengah tapi sudah ke arah level tingkat atas. Di Indonesia juga saya rasa banyak yang punya kemampuan Bahasa Jepang cukup bagus tapi saya rasa mayoritas masih kurang mahir dibandingkan dengan mahasiswa Phnom Penh university. tentunya itu hanya pandangan saya semata karena saya tidak tahu seberapa banyak dan seberapa mahir orang Indonesia dalam berbahasa Jepang.  Ketika saya medengarkan presentasi dari mereka saya benar-benar terkejut dan merasa bahwa saya uang sudah hampir tiga tahun tinggal di Jepang masih dibawah mereka. Jadi malu sendiri. Sekilas kegiatan saya di Universitas seperti foto dibawah ini.

Salah satu bangunan yang ada di Phnom Penh

Salah satu bangunan yang ada di Phnom Penh

Gedung Kampus Phnom Penh University bagus,bersih dan juga asri banyak tanaman

Gedung Kampus Phnom Penh University bagus,bersih dan juga asri banyak tanaman

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Di dalam gedung fakultas Sastra Jepang ada tempat untuk nongkrong dan belajar. Unviersitas Indonesia bagaimana ya?

Informasi mengenai event lengkap sekali.

Informasi mengenai event lengkap sekali.

Papan-2 Papan-3 Spanduk

Cosplay tarian sampai cosplay juga diadakan di Universitas Phnom Penh

Cosplay tarian sampai cosplay juga diadakan di Universitas Phnom Penh

Kebetulan Saya berkunjung kesana pada saat tanggal dekat-dekat dengan Hina Matsuri. Hiasan boneka Hina Matsuri juga sudah di display oleh Pihak Universitas,

Kebetulan Saya berkunjung kesana pada saat tanggal dekat-dekat dengan Hina Matsuri. Hiasan boneka Hina Matsuri juga sudah di display oleh Pihak Universitas,

Saya dan teman saya ikut mendengarkan presentasi secara seksama.

Saya dan teman saya ikut mendengarkan presentasi secara seksama.

Banyak buku dalam bahasa Jepang dari yang mudah sampai sangat susah untuk dimengerti.

Banyak buku dalam bahasa Jepang dari yang mudah sampai sangat susah untuk dimengerti.

Setelah melakukan kegiatan pertukaran budaya kita semua langsung pergi ke Kantin universitas buat mencoba masakan traditional kamboja. Makanan yang sempat saya coba adalah samlor kor ko dan Machu Kroung

Rasanya kental dengan lemak daging dan sayuran membuat rasanya mirip dengan soto kambing minus beberapa bumbu rempah-rempah

Rasanya kental dengan lemak daging dan sayuran membuat rasanya mirip dengan soto kambing minus beberapa bumbu rempah-rempah

Rasanya mirip dengan sayur asam.

Rasanya mirip dengan sayur asam.

Sehabis makan-makan sambil bincang-bincang saya dan teman seminar saya memutuskan untuk beranjak ke tempat lain. Kali ini mungkin tempat yang saya kunjungi bisa dibilang bukan tempat yang menyenangkan dan bisa dibilang tempat yang seram. Tempat ini merupakan tempat yang ingin saya bahas habis-habisan pada pos blog kali ini.

Saya peringatkan membaca bagian setelah ini bisa menganggu pikiran anda dan bersifat disturbing. Siapkan mental terlebih dahulu sebelum membaca bagian selanjutnya ini.

Bagi orang Indonesia Kamboja dikenal dengan negeri seribu pagoda yang mempunyai budaya mirip dengan Thailand,Laos dan Myanmar. Mungkin ada juga yang tahu tentang tentara Indonesia yang dikirim ke Kamboja dalam misi perdamaian. Saya rasa hal pertama adalah hal yang paling diketahui orang Indonesia dibandingkan hal kedua tentang misi Perdamaian. Di Kamboja sempat terjadi kerusuhan seperti kerusuhan PKI dan kerusuhan 1998 yang memaksa saya dan keluarga saya yang merupakan kaum tionghoa untuk berwaspada dan bahkan lari dari  Indonesia. Di Kamboja pula ada kerusuhan yang dibilang merupakan kerusuhan secara tidak langsung oleh partai komunis Kampuchea pada saat itu yang dipimpin oleh Pol pot. Untuk yang ingin tahu mengenai siapa itu Pol pot silahkan klik link ini. Partai Komunis kampuchea ini berhasil menyingkirkan raja Kamboja dari tahta kerajaan Kamboja dan menguasai Kamboja. Mereka merubah nama Kamboja menjadi Republik Demokratis Kampuchea. Tak hanya merubah nama saja,mereka juga mengubah seluruh sistem negara secara keseluruhan dari aspek ekonomi sampai sosial. Mereka ingin menciptakan negara agraris yang mampu mencukupi kebutuhan negeri mereka sendiri tanpa perlu bantuan external. Mereka menarik seluruh uang Kamboja yang beredar dipasaran,Menghapus sistem kepemilikan tanah pribadi dan menangkap orang-orang politik,orang kaya dan orang-orang yang mempunyai kelebihan khusus. Untuk mencapai ambisi mereka,Mereka membuat penduduk Kamboja yang hidup di kota seperti Phnom Penh untuk pergi bertani ke daerah pedesaan secara paksa atau kerja rodi. Karena banyak penduduk kota yang tidak tahu cara bertani bukannya mereka menghasilkan panen yang belimpah, yang terjadi adalah gagal panen yang mengakibatkan kelaparan. Pekerja rodi biasanya diberi makan bubur 3x sehari menjadi 2x sehari itu pun dicampur dengan jagung ketika kondisi kekurangan pangan sangatlah parah.

Sedikit penjelasan tentang latar belakang Kambojia yang suram,Kali ini saya berkesempatan berkunjung ke temoat yang menjadi salah satu saksi kekejaman orang- orang partai komunis rKampuchea yaitu S-21 Prison atau juga dikenal dengan nama Tuol Sleng Genocide Museum. Tempat ini merupakan tempat penyiksaan terhadap politikus,orang kaya,dan orang yang punya kelebihan khusus. Penyiksaan yang mereka lakukan menelan korban 2 juta jiwa lebih.Bukan Angka main-main untuk nyawa manusia.

Saya mulai dengan penampakan gedung luar

tampak luar saja sudah cukup seram dan buat saya merinding

tampak luar saja sudah cukup seram dan buat saya merinding

Gedung ini merupakan bekas sekolah dasar yang kemudian difungsikan menjadi tempat penyiksaan,benar-benar seram. Gedung dibagi menjadi beberapa tempat Gedung A,B,C,D Gedung A untuk tawanan eksklusif dan Gedung D untuk tawanan rendahan. Kondisinya sangat mengerikan dan mencekam. Ketika gedung ini ditemukan masih tersisa 14 manyat di dalam ruangan yang diperkirakan dibunuh sebelum Pol pot dikalahkan oleh Tentara Vietnam. Kondisi mayat dipublikasikan dan dipasang di ruangan masing-masing dimana mayat itu di temukan.

Ruangan di Gedung A

Ruangan gedung A masih terbilang luas dan untuk tawanan eksklusif.

Ruangan gedung A masih terbilang luas dan untuk tawanan eksklusif.

Alat untuk menyiksa.

Alat untuk menyiksa.

IMG_0305

Menurut penjelasan dari pemandu kotak yang ada di foto diatas digunakan untuk menampung kotoran manusia baik itu tinja maupun urin. Besi yang panjang digunakan untuk mensekap para tawanan agar tetap di ranjang. dan yang terakhir objek bulat adalah piring untuk makan. Perlakuan seperti binatang.

Kotak tinja diatas apabila penuh dibawah ke lapangan alun-alun disana ada bekas kayu yang digunakan anak kecil bermain ayunan dan dibawahnya ditaruh pot atau kendi yang sangat besar.

Ayunan

Isi kotak tinja akan dimasukan di dalam kendi besar tersebut dan digunakan sebagai salah satu alat penyiksa, Tawanan akan digantung kemudian di naik turunkan ke dalam kendi seperti teh celup yang dinaik turunkan hingga tak sadar, kemudian disiram air agar sadar kembali dan disiksa hingga meninggal.

Berikut dibawah ini foto Gedung B,C,D dan beberapa hal mengerikan yang saya rasa tak perlu saya bahas lagi.

IMG_0350 IMG_0351 IMG_0369 IMG_0370 IMG_0371  IMG_0377 IMG_0384 IMG_0386 IMG_0387 IMG_0388 IMG_0389 IMG_0390 IMG_0391 IMG_0393 IMG_0394 IMG_0396 IMG_0397 IMG_0398 IMG_0399 IMG_0430 IMG_0433

Benar-benar tindakan yang tidak manusiawi. Saya juga sempat mengambil gambar beberapa kondisi beberapa gambar dari 14 mayat yang tersisa di gedung tersebut pada saat ditemukan. Sekali lagi jangan diterukskan  apabila anda tidak siap mental.

Baca lebih lanjut

Iklan