Studi Wisata ke Kamboja Bagian 1 (Hari Pertama)

Sudah lama tidak menulis blog,rencananya ingin tulis blog setelah pulang dari Kamboja tapi ada hal yang tak terduga terjadi (hampir setiap hari selalu banyak hal yang terduga yang saya alami) ,Saya yang harusnya bekerja part time bedasarkan jadwal yang sudah dibuat pada bulan lalu menjadi harus bekerja dengan jam kerja lebih banyak karena tempat part time job saya kekurangan orang akibat mutasi.

Dalam post kali ini saya bukan bermaksud membahas tentang gangguan yang selalu menerpa hidup saya,tapi kali ini saya mau bercerita mengenai hasil perjalanan studi wisata saya ke Kamboja yang siapa tahu bisa dipakai untuk referensi teman-teman sekalian yang berencana untuk wisata ke Kamboja. Post mengenai wisata kamboja akan saya bagi dalam beberapa bagian karena banyak sekali yang ingin saya tulis mengenai hasil studi tour saya.

Saya mulai langsung saja ya bercerita tentang pengalaman perjalanan saya ke Kamboja.

Di hari pertama saya berangkat dari narita airport menuju Kamboja menggunakan Vietnam airlines yang transit di Ho Chi min City Vietnam pada tanggal 27 Feb bulan lalu. Perjalanan saya dari Tokyo ke Vietnam saya tempuh kurang lebih 5 Jam an (Mungkin kalau dari Indonesia bisa lebih pendek) setelah saya sampai di Vietnam saya oper pesawat menuju Phnom Penh ibu kota Kamboja.

 

Pesawat yang saya naiki berangkat pukul 09:30 Menuju Ho Chi Min City

Pesawat yang saya naiki berangkat pukul 09:30 Menuju Ho Chi Min City

Sesampainya di Vietnam saya langsung check in untuk naik ke pesawat berikutnya

Huruf Vietnam hampir mirip dengan alphabet plus huruf ekor seperti tulisan Aksara Jawa.

Huruf Vietnam hampir mirip dengan alphabet plus huruf ekor seperti tulisan Aksara Jawa.

Karena Sibuknya check in agar tidak telat naik pesawat saya tidak sempat melihat sekeliling airport Vietnam,namun yang paling saya rasakan waktu itu adalah Panasnya suhu Udara di Vietnam,Maklum sewaktu saya berangkat dari Jepang suhu udara Jepang masih belum mencapai 10 Derajat celcius dan masih terbilang musim Dingin. Saya apalagi teman – teman saya orang Jepang langsung merasa tidak enak yang mirip dengan tidak enak badan akibat perbedaan suhu yang cukup drastis. Suhu Udara di Vietnam pada saat itu antara 32-35 Derajat saya rasa lebih panas dari Indonesia.

Karena kepanasan saya akhirnya membeli Ice Cream di dalam bandara yang cukup mahal yaitu $4 dengan rasa Maccha. Walaupun mahal rasanya biasa-biasa saja

Karena kepanasan saya akhirnya membeli Ice Cream di dalam bandara yang cukup mahal yaitu $4 dengan rasa Maccha. Walaupun mahal rasanya biasa-biasa saja

Setelah Check in dan sampai di Ruang tunggu akhirnya saya bisa sedikit santai dan menikmati ice cream yang tadi saya beli. Sekitar 45 Menit Kemudian saya lepas landas menuju Kamboja.

 

Maaf kalau tidak jelas hanya mau menunjukan foto awan saja :p

Maaf kalau tidak jelas hanya mau menunjukan foto awan saja :p

Penerbangan antara Vietnam ke Kamboja hanyalah 45 Menit,seperti Surabaya – Bali. saya tidak merasakan bahwa saya sudah pindah ke Negara lain. Sesampainya saya di Bandara yang ada di Phnom Penh saya disambut oleh pemandangan unik bandara Phnom Penh yang terlihat oriental khas China.

Bangunan bandara bertema corak warna merah yang oriental khas China. Mengingatkan saya tentang amplop Angpao. Tahun ini saya tidak dapat angpao sama sekali karena berada di luar negeri.

Bangunan bandara bertema corak warna merah yang oriental khas China. Mengingatkan saya tentang amplop Angpao. Tahun ini saya tidak dapat angpao sama sekali karena berada di luar negeri.

Bandara Phnom Penh sangatlah simple dan tidak serba megah seperti bandara negara lain.

Bandara Phnom Penh sangatlah simple dan tidak serba megah seperti bandara negara lain. Sekilas seperti bandara yang hanya melayani penerbangan dalam negeri.

Setelah keluar dari Bandara saya disambut oleh Pemandu dari travel agency saya dan saya dipandu menuju hotel karena hari itu ketika saya sampai waktu setempat sudah diantara jam setengah 6 sore. saya dan teman-teman diantar menggunakan Mini Bus berkapasitas 18 orang an menuju ke Hotel kami. Selama perjalanan ada satu hal yang membuat saya merasa nostalgia dan juga merasa ada hal yang sama dengan Indonesia. Contohnya Trafik lalu lintas seperti Foto dibawah ini:

1  2  3 4 5

 

 

 

 

 

 

Bombardir Bomb Foto dari saya,mungkin dari foto Tersebut semua pasti langsung tahu maksud saya. Kamboja sama dengan Indonesia yaitu Lalu lintas yang tidak tertib,Macet,Satu sepeda motor dinaiki lebih dari 2 orang,Ada kendaraan seperti Bajaj yang dijuluki Tuk Tuk. Ada juga hal yang berbeda dari Indonesia yaitu Kemudi setir Kamboja berada di sebelah kiri bukan sebelah kanan. Pertama kali saya naik bus dengan Kemudi setir disebelah kiri.

Perjalanan saya dari Bandara ke Hotel yang ada di pusat kota seharusnya hanya memakan waktu sekitar 45 menit tetapi karena kemacetan waktu yang saya habiskan dalam bus menjadi 2 jam. hampir sama dengan indonesia bukan? Satu hal lagi yang saya rasakan berbeda dengan Indonesia seperti foto dibawah ini:

Pejalan kaki

Mungkin yang langsung disadari pembaca adalah semua pejalan kaki adalah wanita. Kemanakah pejalan Laki-laki?

Foto ini saya ambil ketika jam pulang kerja, bukannya tidak ada laki-laki yang berjalan di trotoar tapi dikarenakan banyak pekerja wanita yang pulang dari bekerja di tempat pekerjaan mereka yang kebanyakan berhubungan dengan industri kain. Industri kain sangatlah besar di Kamboja dan merupakan salah satu penompang ekonomi Kamboja selain pertanian dan Pariwisata. Ekonomi di Kamboja masih sangat tertinggal bila dibandingkan dengan Indonesia yang padahal sudah saya anggap tertinggal dibandingkan negara tetangga.

Sambil melihat pemandangan dan suasana pejalan kaki wanita 2 jam perjalanan saya berakhir dengan sampainya saya ke Hotel Holiday Village, Mungkin banyak yang tahu tentang Holiday Village. Hotel dengan kantor pusat yang ada di Malaysia. untuk teman-teman yang suka travelling ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapore pasti Familiar dengan hotel satu ini.

Sampai disana kami memutuskan untuk menurunkan barang dan menaruh dikamar,karena sudah jam 8 malam kami langsung memesan makan malam di Hotel juga. Tak disangka menu dihotel tersebut ternyata penuh dengan menu masakan Malaysia yang hampir mirip dengan Indonesia, Rendang,Rujak dan sebagainya. Saya tak menyangka kalau saya bisa makan masakan melayu pada hari itu. Setelah saya memesan nasi lemak tiba saat yang tidak enak yaitu membayar uang makanan yang sudah saya pesan. Kamboja menggunakan mata uang Amerika Dollar dan Mata uang negara mereka yaitu Riel. 1 Dollar di kurs sebesar 4000 Riel. di Kamboja tidak ada uang Koin baik itu Koin Amerika Dollar maupun koin Riel. Semua transaksi menggunakan uang Kertas. Ada beberapa tempat seperti mall yang menghargai Riel lebih rendah terhadap dollar 1 Dollar berkisar 4100 sampai 4200 Riel. Pada umumnya ketika membeli barang di pasar pasti rate dollar dan riel akan tetap yaitu 1 dollar = 4000 Riel.

Sampai disana dulu pos saya,Saya akan tulis bagian selanjutnya secepatnya. Semoga bisa jadi referensi Travelling dan menambah pengetahuan.

Ditunggu juga komen teman-teman yang sudah mau membaca.

Iklan