Pengalaman bekerja sambilan sebagai translator

Seperti biasa blog ini rencana saya update seminggu sekali tapi apa boleh buat tantangan hidup membuat waktu untuk nulis terpaksa saya korbankan untuk menyelesaikan tugas kuliah dan ulangan yang semuanya harus diselesaikan dalam bahasa Jepang.

Di post kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya bekerja sambilan sebagai translator di salah satu stasiun televisi Jepang. Pekerjaan translator tidak seperti pekerjaan saya di supermarket yang bisa masuk kapan saja melainkan dalam bentuk panggilan. Apabila jasa saya diperlukan saya akan dipanggil seperti itu. Saya sangat senang dan merasa tertantang dengan pekerjaan sebagai translator, Saya juga berterima kasih buat kesempatan untuk menjadi translator karena memang saya awalnya hanya sekedar pelajar biasa yang sedang belajar bahasa Jepang di sekolah bahasa Jepang. Mungkin teman-teman di Indonesia banyak yang berprofesi sebagai translator di Indonesia maupun Jepang baik yang pro maupun masih pemula. disini saya ingin menulis pengalaman saya dan sesuatu yang saya sadari setelah bekerja sebagai translator.

Cerita bermula ketika saya hanya pelajar di sekolah bahasa Jepang, Waktu itu salah satu staff stasiun televisi ingin melakukan wawancara dan mencari informasi tentang Indonesia. Karena Beliau tidak bisa berbahasa Indonesia,Beliau mencari orang Indonesia yang bisa bahasa Jepang. Awalnya beliau mencari ke berbagai tempat namun nihil,akhirnya beliau memutuskan untuk menghubungi sekolah bahasa Jepang saya. Kebetulan disitu saya sudah belajar kurang lebih satu tahun sehingga dipercaya untuk bekerja part time sebagai translator. Awalnya saya nervous dan tidak tahu harus bagaimana karena memang tidak mempunyai pengalaman menerjemahkan buku maupun secara oral sehingga saya bingung harus bagaimana. Tapi karena Upah yang ditawarkan lebih besar dari gaji saya di supermarket tidak ada salahnya untuk saya mencoba pekerjaan ini.

Setelah berpikir macam-macam saya ambil pekerjaan ini dan menuju ke stasiun televisi yang kebetulan dekat dengan sekolah saya. Awal pekerjaan saya sangatlah muda dan tidak terlalu sulit, saya dimintai tolong untuk mencarikan tweets teman-teman Indonesia yang berisi tentang keindahan prefektur yang saya tinggali. Saya coba mencari tweet teman-teman Indonesia yang mempunyai isi tersebut namun sayang setelah mencari kurang dari 5 jam lebih, saya hanya mendapatkan 5 tweets yang berisi seperti itu. Pertamanya saya berpikiran negatif karena tidak akan di mintai tolong lagi untuk menerjemahkan dan sebagainya karena kinerja hari pertama saya bekerja saja sudah tidak terlalu bagus. Namun pemikiran saya salah total, 3 hari kemudian saya mendapat tawaran lagi untuk menjadi penerjemah untuk interview teman-teman Indonesia yang datang kesini. Ini baru benar-benar sesuatu yang menantang bagi saya.

Tiba sudah hari untuk mulai bekerja sebagai translator,setelah pelajaran sekolah selesai saya langsung meluncur ke tempat dimana Teman-teman Indonesia berada. Karena hanya diberitahu sekilas saja bahwa ada orang Indonesia yang datang main-main kesana,saya pikir orang Indonesia pada umumnya Wisatawan biasa yang datang kesini. Lagi-lagi saya salah,ternyata yang datang kesini adalah salah satu selebritis Indonesia dan penyanyi Dangdut yang lagi baik daun di Indonesia. Saya begitu kaget dan grogi karena pertama kali saya bertemu selebritis, Semasa saya tinggal di Indonesia saya hampir jarang keluar kota. Jakarta saja saya tidak pernah kesana. Otomatis saya bingung dengan bahasa orang Jakarta dan bagaimana cara berinteraksi secara baik dengan Selebritis dan Crew mereka. Mulailah pekerjaan saya sebagai penerjemah interview. Awalnya saya sangat canggung menerjemahkan setiap hasil wawancara karena takut salah dan grogi. Bahasa Jepang yang biasanya saya pasti jarang salah saja ikut salah karena grogi. Saya sadar kalau grogi buat semua peforma setiap orang tidak Max.

Salah satu buah strawberry yang saya foto ketika berkunjung ke kebun Strawberry sewaktu saya bekerja sebagai translator untuk wawancara dengan tamu Selebritis dari Indonesia. Saya tidak seberapa suka strawberry karena kebanyakan yang dijual di Indonesia sangat masam. Tapi setelah makan strawberry ini saya jadi suka dengan Strawberry. Kami juga disuguhi Ice Cream yang terbuat dari Ice Cream hasil petik kebun mereka secara gratis. Jadi merasa tidak Enak

Salah satu buah strawberry yang saya foto ketika berkunjung ke kebun Strawberry sewaktu saya bekerja sebagai translator untuk wawancara dengan tamu Selebritis dari Indonesia. Saya tidak seberapa suka strawberry karena kebanyakan yang dijual di Indonesia sangat masam. Tapi setelah makan strawberry ini saya jadi suka dengan Strawberry. Kami juga disuguhi Ice Cream yang terbuat dari Ice Cream hasil petik kebun mereka secara gratis. Jadi merasa tidak Enak

Selama 3 hari dua malam bekerja sebagai translator,akhirnya pekerjaan saya sebagai translator berakhir dengan baik,awalnya saya grogi dan takut kalau saya masih kurang cukup mampu buat mengerjakan penerjemah seperti itu. apalagi tamu dari Indonesia adalah seorang selebritis dan interview mereka akan ditayangkan di stasiun televisi Jepang. Tapi beruntung semua pekerjaan tersebut bisa saya selesaikan dengan Baik.

Semenjak bekerja menjadi translator untuk Interview Selebritis tersebut,saya sering mendapat panggilan untuk jadi translator. Sangat bersyukur karena bisa jadi salah satu bagian dari pekerjaan ini. Di post selanjutnya saya berencana menulis tentang point penting dalam menerjamahkan bahasa Indonesia ke Jepang dan sebaliknya menurut saya.

Iklan

Berkunjung ke Gerai Kitkat di Ikebukuro

Post kali ini saya ingin membuat review tentang gerai kitkat. Semua teman Indonesia pasti sudah tahu kan dengan kitkat alias snack wafer berlapis coklat buatan nestle perusahaan asal swiss? pasti semuanya sudah tahu. apalagi akhir-akhir booming di Indonesia dengan kehadiran kitkat Green Tea Versi Jepang yang bisa dibeli dengan harga kurang dari 100 ribu di Indonesia.

Di Jepang juga kitkat sangatlah terkenal dan merupakan salah satu snack yang disukai semua kalangan usia,di Jepang sendiri rasa kitkat sangatlah beraneka ragam. Setahu saya ada varian rasa BBQ,Cheese,Sakura,Strawberry,Green Tea (Matcha/抹茶) dan varian standar coklat. Kalau di supermarket memang sedikit yang dijual adalah rasa tersebut tapi kalau anda berkunjung ke Gerai kitkat yang ada di Ikebukuro maka anda akan merasakan rasa kitkat yang beda dari biasanya. Gerai kitkat yang ada di ikebukuro ini bergabung dengan stasiun JR Line Ikebukuro yang juga gedung dari Mall Seibu penyedia barang sehari-hari sampai brand semacam prada,GAP dan lain-lain.

Cerita berawal dari teman saya waktu SMA datang dalam rangka Exchange ke salah satu universitas di Jepang,Bersama Teman saya,saya jadi hunting supermarket yang menjual lengkap produk varian kitkat karena toko biasa hanya menjual maccha atau green tea dan rasa standar coklat pada umumnya. Teman saya dengar kalau ada Gerai kitkat di Ikebukuro,sekalian melihat-lihat Barang elektronik sekalian kami pergi untuk hunting kitkat.

Gerai kitkat sendiri yang berada di seibu tidaklah terlalu besar ukurannya sangat kecil semacam stand kiosk yang ada di stasiun Jepang pada umumnya. Namun yang unik dari Gerai kitkat ini adalah desain gerai yang serba kitkat dan juga varian kitkat yang mereka jual. Di Gerai ini Mereka menjual kitkat dengan varian yang unik yang tidak bisa di dapat di supermarket biasa. seperti Kitkat dengan dengan isi wine dibagian dalamnya, kitkat rasa jeruk,dan berbagai macam jenis lain yang tidak bisa dibeli disupermarket biasa. Kitkat yang ada di sini semua dikemas dalam kotak yang rapi dan cantik yang menyajikan kesan elegan dan mahal. Menurut saya Jumlah barang yang mereka Jual tidak terlalu banyak dan harganya berkisar dari 300-1200 Yen. Cukup mahal tapi karena keunikannya harga tersebut tidak terasa bagi orang yang suka dengan kitkat. Sayang saya tidak terlalu suka coklat dan kitkat yang dicari teman saya bukanlah kitkat yang semacam itu tetapi kitkat regular,sehingga kami tidak membeli apapun.

Penampakan Gerai dari Luar yang terkesan Elegan

Penampakan Gerai dari Luar yang terkesan Elegan

Selain menjual Varian kitkat yang unik,di bagian salah satu etalase terdapat juga desain kitkat dari tahun ketahun,kita yang di indonesia pasti merasa bahwa desain kitkat hanya satu atau dua saja tapi ternyata desain kitkat sangatlah banyak dan berganti setiap waktu ke waktu.

Ini desain kitkat untuk Jepang pada saat ini.

Ini desain kitkat untuk Jepang pada saat ini.

Desain kitkat tahun 1958-1973 (Kertas Putih) 1988-1990 (Kertas coklat)

Desain kitkat tahun 1958-1973 (Kertas Putih)
1988-1990 (Kertas coklat)

Snack yang sudah hadir sejak jaman perang

Snack yang sudah hadir sejak jaman perang

Bagaimana? tertarik untuk berkunjung? semoga bisa menambah pengetahuan tentang sejarah snack satu ini 🙂
Setelah kemarin mengunjungi gerai ini saya juga tergiur untuk memulai bisnis menjual kitkat ke Indonesia. Ada yang mau Join jadi partner saya? 🙂